Scroll untuk baca berita
Regional

Tragedi Pantai Gajah Dua Remaja Kebumen Hilang Terseret OmbakDi Temukan Meninggal Dunia

×

Tragedi Pantai Gajah Dua Remaja Kebumen Hilang Terseret OmbakDi Temukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

Beritamerdeka.co.id – Duka menyelimuti dua keluarga di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, setelah dua remaja yang dinyatakan hilang terseret ombak di Pantai Gajah, Desa Waluyorejo, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Operasi pencarian yang berlangsung selama tiga hari resmi ditutup dengan temuan terakhir pada Minggu (5/4/2026) pagi.

Kepala Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Heri Purwoto, mengonfirmasi bahwa kedua korban telah ditemukan.

“Pantai Gajah clear. Kedua korban sudah ketemu semua,” ujar Heri Purwoto saat dikonfirmasi di lokasi pencarian.

Penemuan jasad para korban dilakukan dalam dua tahap:

1. Sabtu (4/4/2026): Korban pertama, Gilang (12), ditemukan pada siang hari sekitar pukul 12.15 WIB. Jasadnya hanyut tidak jauh dari lokasi kejadian.
2. Minggu (5/4/2026): Korban kedua, Kafi (13), ditemukan mengapung di tengah laut pada pukul 07.38 WIB. Posisinya berada sekitar 3,9 kilometer dari bibir pantai, tepatnya di arah barat laut dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP) menuju Pantai Lampon.

Jenazah Kafi langsung dievakuasi menggunakan perahu karet tim SAR gabungan ke Puskesmas Puring untuk menjalani pemeriksaan medis dan identifikasi akhir. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di rumah duka di Desa Kewayuhan, Kecamatan Pejagoan.

Peristiwa memilukan ini bermula pada Jumat (3/4/2026) siang. Sebanyak 17 orang dalam satu rombongan tiba di Pantai Gajah untuk berwisata. Tanpa sepengetahuan sopir rombongan, empat remaja—Gilang (12), Kafi (13), Vikri (14), dan Dimas (13)—memutuskan bermain di area muara sungai yang berada di tepi pantai.

Saat asyik bermain, arus kuat dan ombak tinggi yang khas Pantai Selatan tiba-tiba menyergap dan menyeret keempatnya ke tengah laut. Beruntung, Vikri dan Dimas berhasil diselamatkan oleh petugas pengelola wisata setempat yang sigap melakukan pertolongan. Namun, Gilang dan Kafi terlambat terselamatkan dan hilang terseret ombak.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, Polair, serta nelayan setempat melakukan pencarian besar-besaran sejak Jumat sore. Cuaca ekstrem dan ombak tinggi sempat menjadi kendala utama pada hari pertama. Namun, pada hari ketiga, pencarian diperluas hingga radius 5 kilometer ke arah barat laut, yang akhirnya membuahkan hasil.

Kepala Pos SAR Cilacap, dalam keterangan terpisah, kembali mengingatkan para wisatawan untuk tidak meremehkan bahaya arus rip current dan ombak tinggi di pesisir selatan Jawa. Area muara sungai, tempat kejadian ini, memiliki risiko lebih tinggi karena pertemuan arus air tawar dan air laut menciptakan pusaran serta arus tarikan yang sangat kuat.