{"id":10321,"date":"2025-05-16T06:52:00","date_gmt":"2025-05-16T06:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/?p=10321"},"modified":"2025-05-16T06:54:17","modified_gmt":"2025-05-16T06:54:17","slug":"buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/","title":{"rendered":"Buah Matoa: Si Manis dari Tanah Papua"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_10327\" aria-describedby=\"caption-attachment-10327\" style=\"width: 612px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-10327\" src=\"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/istockphoto-2169551414-612x612-1.webp\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/istockphoto-2169551414-612x612-1.webp 612w, https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/istockphoto-2169551414-612x612-1-300x200.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10327\" class=\"wp-caption-text\">Buah matoa atau Pometia pinnata. (iStock)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Beritamerdeka.co.id &#8211; <\/strong>Buah matoa<em> (Pometia pinnata)<\/em> adalah buah tropis khas Indonesia yang berasal dari Papua dan Maluku. Pohon matoa termasuk dalam keluarga lerak-lerakan <em>(Sapindaceae)<\/em>, yang juga mencakup buah leci, kelengkeng, dan rambutan. Meskipun masih tergolong kurang populer dibandingkan buah tropis lainnya, matoa menyimpan beragam manfaat dan keunikan yang layak dikenali lebih jauh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Ciri-ciri Buah Matoa<\/strong><br \/>\nBuah matoa berbentuk bulat hingga lonjong dengan kulit luar yang keras dan berwarna hijau keunguan saat matang. Daging buahnya berwarna bening hingga putih kekuningan, bertekstur kenyal, dan memiliki rasa manis yang unik\u2014seperti perpaduan antara kelengkeng dan durian.<br \/>\nPohon matoa dapat tumbuh tinggi hingga 18 meter dengan daun majemuk dan bunga kecil berwarna putih kekuningan. Buah ini biasanya berbuah setahun sekali, terutama pada musim kemarau.<\/p>\n<p><strong>Kandungan Gizi dan Manfaat<\/strong><br \/>\nBuah matoa kaya akan vitamin dan antioksidan, terutama vitamin C dan E. Berikut beberapa manfaat buah matoa:<\/p>\n<ol>\n<li>Meningkatkan daya tahan tubuh: Kandungan vitamin C membantu memperkuat sistem imun.<\/li>\n<li>Menangkal radikal bebas: Antioksidan dalam matoa bermanfaat untuk mencegah penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif.<\/li>\n<li>Menjaga kesehatan kulit: Vitamin E membantu menjaga kelembaban dan elastisitas kulit.<\/li>\n<li>Melancarkan pencernaan: Serat dalam buah ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Pemanfaatan dan Penyajian<\/strong><br \/>\nBuah matoa biasanya dikonsumsi langsung dalam keadaan segar. Selain itu, buah ini juga dapat diolah menjadi jus, sirup, atau bahkan campuran dalam es buah dan salad. Karena rasanya manis dan aromanya khas, matoa cukup digemari sebagai camilan alami.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Budidaya dan Pelestarian<\/strong><br \/>\nPohon matoa tergolong mudah tumbuh di daerah tropis dengan curah hujan yang cukup. Pemerintah dan beberapa petani di Papua dan wilayah Indonesia Timur mulai membudidayakan matoa sebagai komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, pelestarian pohon matoa juga penting karena keberadaannya yang semakin terancam akibat deforestasi.<br \/>\nBuah matoa bukan hanya sekadar buah unik dari Papua, tetapi juga simbol kekayaan hayati Indonesia yang perlu dikenalkan dan dilestarikan. Dengan berbagai manfaat dan rasa yang lezat, matoa layak menjadi salah satu buah unggulan tropis Indonesia. ***<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<p>1. Wikipedia Bahasa Indonesia<\/p>\n<p>&#8220;Matoa&#8221;<\/p>\n<p>2. UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara)<\/p>\n<p>&#8220;Buah Matoa: Kandungan dan Manfaat untuk Kesehatan&#8221;<\/p>\n<p>3. Alodokter<\/p>\n<p>&#8220;Manfaat Buah Matoa yang Perlu Diketahui&#8221;<\/p>\n<p>4. LindungiHutan.com<\/p>\n<p>&#8220;Mengenal Pohon Matoa, Buah Langka Asal Papua&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beritamerdeka.co.id &#8211; Buah matoa (Pometia pinnata) adalah buah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[152,2],"tags":[1044,1046,1043,1045,1047],"newstopic":[],"class_list":["post-10321","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-gaya-hidup","category-internasional","tag-buah-matoa","tag-buah-tropis","tag-matoa","tag-papua","tag-pometia-pinnata"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Buah Matoa: Si Manis dari Tanah Papua - Berita Merdeka<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Buah matoa (Pometia pinnata) adalah buah tropis khas Indonesia yang berasal dari Papua dan Maluku. Pohon matoa termasuk dalam keluarga lerak-lerakan (Sapindaceae), yang juga mencakup buah leci, kelengkeng, dan rambutan. Meskipun masih tergolong kurang populer dibandingkan buah tropis lainnya, matoa menyimpan beragam manfaat dan keunikan yang layak dikenali lebih jauh. Ciri-ciri Buah Matoa Buah matoa berbentuk bulat hingga lonjong dengan kulit luar yang keras dan berwarna hijau keunguan saat matang. Daging buahnya berwarna bening hingga putih kekuningan, bertekstur kenyal, dan memiliki rasa manis yang unik\u2014seperti perpaduan antara kelengkeng dan durian. Pohon matoa dapat tumbuh tinggi hingga 18 meter dengan daun majemuk dan bunga kecil berwarna putih kekuningan. Buah ini biasanya berbuah setahun sekali, terutama pada musim kemarau. Kandungan Gizi dan Manfaat Buah matoa kaya akan vitamin dan antioksidan, terutama vitamin C dan E. Berikut beberapa manfaat buah matoa: 1. Meningkatkan daya tahan tubuh: Kandungan vitamin C membantu memperkuat sistem imun. 2. Menangkal radikal bebas: Antioksidan dalam matoa bermanfaat untuk mencegah penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif. 3. Menjaga kesehatan kulit: Vitamin E membantu menjaga kelembaban dan elastisitas kulit. 4. Melancarkan pencernaan: Serat dalam buah ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Pemanfaatan dan Penyajian Buah matoa biasanya dikonsumsi langsung dalam keadaan segar. Selain itu, buah ini juga dapat diolah menjadi jus, sirup, atau bahkan campuran dalam es buah dan salad. Karena rasanya manis dan aromanya khas, matoa cukup digemari sebagai camilan alami. Budidaya dan Pelestarian Pohon matoa tergolong mudah tumbuh di daerah tropis dengan curah hujan yang cukup. Pemerintah dan beberapa petani di Papua dan wilayah Indonesia Timur mulai membudidayakan matoa sebagai komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, pelestarian pohon matoa juga penting karena keberadaannya yang semakin terancam akibat deforestasi. Buah matoa bukan hanya sekadar buah unik dari Papua, tetapi juga simbol kekayaan hayati Indonesia yang perlu dikenalkan dan dilestarikan. Dengan berbagai manfaat dan rasa yang lezat, matoa layak menjadi salah satu buah unggulan tropis Indonesia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Buah Matoa: Si Manis dari Tanah Papua - Berita Merdeka\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Buah matoa (Pometia pinnata) adalah buah tropis khas Indonesia yang berasal dari Papua dan Maluku. Pohon matoa termasuk dalam keluarga lerak-lerakan (Sapindaceae), yang juga mencakup buah leci, kelengkeng, dan rambutan. Meskipun masih tergolong kurang populer dibandingkan buah tropis lainnya, matoa menyimpan beragam manfaat dan keunikan yang layak dikenali lebih jauh. Ciri-ciri Buah Matoa Buah matoa berbentuk bulat hingga lonjong dengan kulit luar yang keras dan berwarna hijau keunguan saat matang. Daging buahnya berwarna bening hingga putih kekuningan, bertekstur kenyal, dan memiliki rasa manis yang unik\u2014seperti perpaduan antara kelengkeng dan durian. Pohon matoa dapat tumbuh tinggi hingga 18 meter dengan daun majemuk dan bunga kecil berwarna putih kekuningan. Buah ini biasanya berbuah setahun sekali, terutama pada musim kemarau. Kandungan Gizi dan Manfaat Buah matoa kaya akan vitamin dan antioksidan, terutama vitamin C dan E. Berikut beberapa manfaat buah matoa: 1. Meningkatkan daya tahan tubuh: Kandungan vitamin C membantu memperkuat sistem imun. 2. Menangkal radikal bebas: Antioksidan dalam matoa bermanfaat untuk mencegah penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif. 3. Menjaga kesehatan kulit: Vitamin E membantu menjaga kelembaban dan elastisitas kulit. 4. Melancarkan pencernaan: Serat dalam buah ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Pemanfaatan dan Penyajian Buah matoa biasanya dikonsumsi langsung dalam keadaan segar. Selain itu, buah ini juga dapat diolah menjadi jus, sirup, atau bahkan campuran dalam es buah dan salad. Karena rasanya manis dan aromanya khas, matoa cukup digemari sebagai camilan alami. Budidaya dan Pelestarian Pohon matoa tergolong mudah tumbuh di daerah tropis dengan curah hujan yang cukup. Pemerintah dan beberapa petani di Papua dan wilayah Indonesia Timur mulai membudidayakan matoa sebagai komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, pelestarian pohon matoa juga penting karena keberadaannya yang semakin terancam akibat deforestasi. Buah matoa bukan hanya sekadar buah unik dari Papua, tetapi juga simbol kekayaan hayati Indonesia yang perlu dikenalkan dan dilestarikan. Dengan berbagai manfaat dan rasa yang lezat, matoa layak menjadi salah satu buah unggulan tropis Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Merdeka\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-16T06:52:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-16T06:54:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/istockphoto-2169551414-612x612-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"612\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"408\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4247a2cf61f9db18eee535301bcdd42a\"},\"headline\":\"Buah Matoa: Si Manis dari Tanah Papua\",\"datePublished\":\"2025-05-16T06:52:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-16T06:54:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\\\/\"},\"wordCount\":373,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/istockphoto-2169551414-612x612-1.webp\",\"keywords\":[\"Buah Matoa\",\"Buah Tropis\",\"Matoa\",\"Papua\",\"Pometia pinnata\"],\"articleSection\":[\"Gaya Hidup\",\"Internasional\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\\\/\",\"name\":\"Buah Matoa: Si Manis dari Tanah Papua - Berita Merdeka\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/istockphoto-2169551414-612x612-1.webp\",\"datePublished\":\"2025-05-16T06:52:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-16T06:54:17+00:00\",\"description\":\"Buah matoa (Pometia pinnata) adalah buah tropis khas Indonesia yang berasal dari Papua dan Maluku. Pohon matoa termasuk dalam keluarga lerak-lerakan (Sapindaceae), yang juga mencakup buah leci, kelengkeng, dan rambutan. Meskipun masih tergolong kurang populer dibandingkan buah tropis lainnya, matoa menyimpan beragam manfaat dan keunikan yang layak dikenali lebih jauh. Ciri-ciri Buah Matoa Buah matoa berbentuk bulat hingga lonjong dengan kulit luar yang keras dan berwarna hijau keunguan saat matang. Daging buahnya berwarna bening hingga putih kekuningan, bertekstur kenyal, dan memiliki rasa manis yang unik\u2014seperti perpaduan antara kelengkeng dan durian. Pohon matoa dapat tumbuh tinggi hingga 18 meter dengan daun majemuk dan bunga kecil berwarna putih kekuningan. Buah ini biasanya berbuah setahun sekali, terutama pada musim kemarau. Kandungan Gizi dan Manfaat Buah matoa kaya akan vitamin dan antioksidan, terutama vitamin C dan E. Berikut beberapa manfaat buah matoa: 1. Meningkatkan daya tahan tubuh: Kandungan vitamin C membantu memperkuat sistem imun. 2. Menangkal radikal bebas: Antioksidan dalam matoa bermanfaat untuk mencegah penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif. 3. Menjaga kesehatan kulit: Vitamin E membantu menjaga kelembaban dan elastisitas kulit. 4. Melancarkan pencernaan: Serat dalam buah ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Pemanfaatan dan Penyajian Buah matoa biasanya dikonsumsi langsung dalam keadaan segar. Selain itu, buah ini juga dapat diolah menjadi jus, sirup, atau bahkan campuran dalam es buah dan salad. Karena rasanya manis dan aromanya khas, matoa cukup digemari sebagai camilan alami. Budidaya dan Pelestarian Pohon matoa tergolong mudah tumbuh di daerah tropis dengan curah hujan yang cukup. Pemerintah dan beberapa petani di Papua dan wilayah Indonesia Timur mulai membudidayakan matoa sebagai komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, pelestarian pohon matoa juga penting karena keberadaannya yang semakin terancam akibat deforestasi. Buah matoa bukan hanya sekadar buah unik dari Papua, tetapi juga simbol kekayaan hayati Indonesia yang perlu dikenalkan dan dilestarikan. Dengan berbagai manfaat dan rasa yang lezat, matoa layak menjadi salah satu buah unggulan tropis Indonesia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/istockphoto-2169551414-612x612-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/istockphoto-2169551414-612x612-1.webp\",\"width\":612,\"height\":408,\"caption\":\"Buah matoa atau Pometia pinnata. (iStock)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Buah Matoa: Si Manis dari Tanah Papua\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/\",\"name\":\"Berita Merdeka\",\"description\":\"Lugas - Tegas - Independen\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#organization\",\"name\":\"Berita Merdeka\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/logo-berita-merdeka-oke-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/logo-berita-merdeka-oke-1.webp\",\"width\":350,\"height\":73,\"caption\":\"Berita Merdeka\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4247a2cf61f9db18eee535301bcdd42a\",\"name\":\"Redaksi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/author\\\/tim-redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Buah Matoa: Si Manis dari Tanah Papua - Berita Merdeka","description":"Buah matoa (Pometia pinnata) adalah buah tropis khas Indonesia yang berasal dari Papua dan Maluku. Pohon matoa termasuk dalam keluarga lerak-lerakan (Sapindaceae), yang juga mencakup buah leci, kelengkeng, dan rambutan. Meskipun masih tergolong kurang populer dibandingkan buah tropis lainnya, matoa menyimpan beragam manfaat dan keunikan yang layak dikenali lebih jauh. Ciri-ciri Buah Matoa Buah matoa berbentuk bulat hingga lonjong dengan kulit luar yang keras dan berwarna hijau keunguan saat matang. Daging buahnya berwarna bening hingga putih kekuningan, bertekstur kenyal, dan memiliki rasa manis yang unik\u2014seperti perpaduan antara kelengkeng dan durian. Pohon matoa dapat tumbuh tinggi hingga 18 meter dengan daun majemuk dan bunga kecil berwarna putih kekuningan. Buah ini biasanya berbuah setahun sekali, terutama pada musim kemarau. Kandungan Gizi dan Manfaat Buah matoa kaya akan vitamin dan antioksidan, terutama vitamin C dan E. Berikut beberapa manfaat buah matoa: 1. Meningkatkan daya tahan tubuh: Kandungan vitamin C membantu memperkuat sistem imun. 2. Menangkal radikal bebas: Antioksidan dalam matoa bermanfaat untuk mencegah penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif. 3. Menjaga kesehatan kulit: Vitamin E membantu menjaga kelembaban dan elastisitas kulit. 4. Melancarkan pencernaan: Serat dalam buah ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Pemanfaatan dan Penyajian Buah matoa biasanya dikonsumsi langsung dalam keadaan segar. Selain itu, buah ini juga dapat diolah menjadi jus, sirup, atau bahkan campuran dalam es buah dan salad. Karena rasanya manis dan aromanya khas, matoa cukup digemari sebagai camilan alami. Budidaya dan Pelestarian Pohon matoa tergolong mudah tumbuh di daerah tropis dengan curah hujan yang cukup. Pemerintah dan beberapa petani di Papua dan wilayah Indonesia Timur mulai membudidayakan matoa sebagai komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, pelestarian pohon matoa juga penting karena keberadaannya yang semakin terancam akibat deforestasi. Buah matoa bukan hanya sekadar buah unik dari Papua, tetapi juga simbol kekayaan hayati Indonesia yang perlu dikenalkan dan dilestarikan. Dengan berbagai manfaat dan rasa yang lezat, matoa layak menjadi salah satu buah unggulan tropis Indonesia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Buah Matoa: Si Manis dari Tanah Papua - Berita Merdeka","og_description":"Buah matoa (Pometia pinnata) adalah buah tropis khas Indonesia yang berasal dari Papua dan Maluku. Pohon matoa termasuk dalam keluarga lerak-lerakan (Sapindaceae), yang juga mencakup buah leci, kelengkeng, dan rambutan. Meskipun masih tergolong kurang populer dibandingkan buah tropis lainnya, matoa menyimpan beragam manfaat dan keunikan yang layak dikenali lebih jauh. Ciri-ciri Buah Matoa Buah matoa berbentuk bulat hingga lonjong dengan kulit luar yang keras dan berwarna hijau keunguan saat matang. Daging buahnya berwarna bening hingga putih kekuningan, bertekstur kenyal, dan memiliki rasa manis yang unik\u2014seperti perpaduan antara kelengkeng dan durian. Pohon matoa dapat tumbuh tinggi hingga 18 meter dengan daun majemuk dan bunga kecil berwarna putih kekuningan. Buah ini biasanya berbuah setahun sekali, terutama pada musim kemarau. Kandungan Gizi dan Manfaat Buah matoa kaya akan vitamin dan antioksidan, terutama vitamin C dan E. Berikut beberapa manfaat buah matoa: 1. Meningkatkan daya tahan tubuh: Kandungan vitamin C membantu memperkuat sistem imun. 2. Menangkal radikal bebas: Antioksidan dalam matoa bermanfaat untuk mencegah penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif. 3. Menjaga kesehatan kulit: Vitamin E membantu menjaga kelembaban dan elastisitas kulit. 4. Melancarkan pencernaan: Serat dalam buah ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Pemanfaatan dan Penyajian Buah matoa biasanya dikonsumsi langsung dalam keadaan segar. Selain itu, buah ini juga dapat diolah menjadi jus, sirup, atau bahkan campuran dalam es buah dan salad. Karena rasanya manis dan aromanya khas, matoa cukup digemari sebagai camilan alami. Budidaya dan Pelestarian Pohon matoa tergolong mudah tumbuh di daerah tropis dengan curah hujan yang cukup. Pemerintah dan beberapa petani di Papua dan wilayah Indonesia Timur mulai membudidayakan matoa sebagai komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, pelestarian pohon matoa juga penting karena keberadaannya yang semakin terancam akibat deforestasi. Buah matoa bukan hanya sekadar buah unik dari Papua, tetapi juga simbol kekayaan hayati Indonesia yang perlu dikenalkan dan dilestarikan. Dengan berbagai manfaat dan rasa yang lezat, matoa layak menjadi salah satu buah unggulan tropis Indonesia.","og_url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/","og_site_name":"Berita Merdeka","article_published_time":"2025-05-16T06:52:00+00:00","article_modified_time":"2025-05-16T06:54:17+00:00","og_image":[{"width":612,"height":408,"url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/istockphoto-2169551414-612x612-1.webp","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#\/schema\/person\/4247a2cf61f9db18eee535301bcdd42a"},"headline":"Buah Matoa: Si Manis dari Tanah Papua","datePublished":"2025-05-16T06:52:00+00:00","dateModified":"2025-05-16T06:54:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/"},"wordCount":373,"publisher":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/istockphoto-2169551414-612x612-1.webp","keywords":["Buah Matoa","Buah Tropis","Matoa","Papua","Pometia pinnata"],"articleSection":["Gaya Hidup","Internasional"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/","url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/","name":"Buah Matoa: Si Manis dari Tanah Papua - Berita Merdeka","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/istockphoto-2169551414-612x612-1.webp","datePublished":"2025-05-16T06:52:00+00:00","dateModified":"2025-05-16T06:54:17+00:00","description":"Buah matoa (Pometia pinnata) adalah buah tropis khas Indonesia yang berasal dari Papua dan Maluku. Pohon matoa termasuk dalam keluarga lerak-lerakan (Sapindaceae), yang juga mencakup buah leci, kelengkeng, dan rambutan. Meskipun masih tergolong kurang populer dibandingkan buah tropis lainnya, matoa menyimpan beragam manfaat dan keunikan yang layak dikenali lebih jauh. Ciri-ciri Buah Matoa Buah matoa berbentuk bulat hingga lonjong dengan kulit luar yang keras dan berwarna hijau keunguan saat matang. Daging buahnya berwarna bening hingga putih kekuningan, bertekstur kenyal, dan memiliki rasa manis yang unik\u2014seperti perpaduan antara kelengkeng dan durian. Pohon matoa dapat tumbuh tinggi hingga 18 meter dengan daun majemuk dan bunga kecil berwarna putih kekuningan. Buah ini biasanya berbuah setahun sekali, terutama pada musim kemarau. Kandungan Gizi dan Manfaat Buah matoa kaya akan vitamin dan antioksidan, terutama vitamin C dan E. Berikut beberapa manfaat buah matoa: 1. Meningkatkan daya tahan tubuh: Kandungan vitamin C membantu memperkuat sistem imun. 2. Menangkal radikal bebas: Antioksidan dalam matoa bermanfaat untuk mencegah penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif. 3. Menjaga kesehatan kulit: Vitamin E membantu menjaga kelembaban dan elastisitas kulit. 4. Melancarkan pencernaan: Serat dalam buah ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Pemanfaatan dan Penyajian Buah matoa biasanya dikonsumsi langsung dalam keadaan segar. Selain itu, buah ini juga dapat diolah menjadi jus, sirup, atau bahkan campuran dalam es buah dan salad. Karena rasanya manis dan aromanya khas, matoa cukup digemari sebagai camilan alami. Budidaya dan Pelestarian Pohon matoa tergolong mudah tumbuh di daerah tropis dengan curah hujan yang cukup. Pemerintah dan beberapa petani di Papua dan wilayah Indonesia Timur mulai membudidayakan matoa sebagai komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, pelestarian pohon matoa juga penting karena keberadaannya yang semakin terancam akibat deforestasi. Buah matoa bukan hanya sekadar buah unik dari Papua, tetapi juga simbol kekayaan hayati Indonesia yang perlu dikenalkan dan dilestarikan. Dengan berbagai manfaat dan rasa yang lezat, matoa layak menjadi salah satu buah unggulan tropis Indonesia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/#primaryimage","url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/istockphoto-2169551414-612x612-1.webp","contentUrl":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/istockphoto-2169551414-612x612-1.webp","width":612,"height":408,"caption":"Buah matoa atau Pometia pinnata. (iStock)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/buah-matoa-si-manis-dari-tanah-papua\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Buah Matoa: Si Manis dari Tanah Papua"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#website","url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/","name":"Berita Merdeka","description":"Lugas - Tegas - Independen","publisher":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#organization","name":"Berita Merdeka","url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/logo-berita-merdeka-oke-1.webp","contentUrl":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/logo-berita-merdeka-oke-1.webp","width":350,"height":73,"caption":"Berita Merdeka"},"image":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#\/schema\/person\/4247a2cf61f9db18eee535301bcdd42a","name":"Redaksi","url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/author\/tim-redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10321","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10321"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10321\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10332,"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10321\/revisions\/10332"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10321"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=10321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}