{"id":9526,"date":"2025-04-25T13:55:22","date_gmt":"2025-04-25T13:55:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/?p=9526"},"modified":"2025-04-25T13:55:22","modified_gmt":"2025-04-25T13:55:22","slug":"saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/","title":{"rendered":"Saola: Misteri Mamalia Langka dari Pegunungan Asia Tenggara"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_9527\" aria-describedby=\"caption-attachment-9527\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9527\" src=\"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/9rljuvjh6l_Saola_Circle_image_HI_37218.webp\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/9rljuvjh6l_Saola_Circle_image_HI_37218.webp 640w, https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/9rljuvjh6l_Saola_Circle_image_HI_37218-300x225.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9527\" class=\"wp-caption-text\">Saola atau Pseudoryx nghetinhensis. (World Wildlife Fund)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>BeritaMerdeka.co.id<\/strong> &#8211; Saola <em>(Pseudoryx nghetinhensis)<\/em> adalah salah satu mamalia paling langka dan paling misterius di dunia. Dikenal sebagai &#8220;Unicorn Asia&#8221; karena tanduk lurus simetris yang menghiasi kepalanya, saola pertama kali ditemukan oleh ilmuwan pada tahun 1992. Spesies ini menjadi simbol betapa banyaknya keanekaragaman hayati yang belum terungkap di hutan tropis Asia Tenggara, khususnya di perbatasan antara Vietnam dan Laos.<\/p>\n<p><strong>Ciri-Ciri Fisik dan Taksonomi<\/strong><\/p>\n<p>Saola termasuk dalam keluarga Bovidae, satu famili dengan sapi, kambing, dan antelop. Meski secara morfologi terlihat seperti antelop, secara genetik saola memiliki garis keturunan unik yang membedakannya dari hewan lain.<\/p>\n<p>Ukuran tubuh: Panjang tubuh sekitar 150 cm dengan tinggi bahu sekitar 85 cm. Berat tubuh berkisar 80\u2013100 kg.<\/p>\n<p>Tanduk: Baik jantan maupun betina memiliki sepasang tanduk lurus yang ramping dan panjangnya bisa mencapai 50 cm.<\/p>\n<p>Warna tubuh: Cokelat tua dengan tanda putih di wajah dan bercak di kaki.<\/p>\n<p>Ciri khas: Mempunyai kelenjar pra-orbital (di dekat mata) yang besar, digunakan untuk menandai wilayah dengan zat berbau.<\/p>\n<p><strong>Habitat dan Sebaran<\/strong><\/p>\n<p>Saola hidup di hutan pegunungan yang lembap dan sejuk, dengan ketinggian antara 300 hingga 1.800 meter di atas permukaan laut. Mereka sangat tergantung pada hutan primer dan daerah yang belum terganggu oleh aktivitas manusia.<\/p>\n<p>Habitat aslinya terletak di Pegunungan Annamite, membentang di sepanjang perbatasan Laos dan Vietnam. Daerah ini dikenal memiliki tingkat endemisitas tinggi, tetapi juga menjadi lokasi yang sulit dijangkau sehingga pengamatan terhadap saola sangat terbatas.<\/p>\n<p><strong>Perilaku dan Pola Hidup<\/strong><\/p>\n<p>Karena sangat jarang terlihat di alam liar, informasi tentang perilaku saola sangat terbatas. Namun, dari beberapa laporan:<\/p>\n<ol>\n<li>Saola diduga aktif pada pagi dan sore hari (krepuskular).<\/li>\n<li>Merupakan hewan herbivora, kemungkinan memakan dedaunan, tumbuhan merambat, dan buah-buahan kecil.<\/li>\n<li>Mereka hidup soliter atau dalam kelompok kecil, biasanya terdiri dari pasangan dan anak-anaknya.<\/li>\n<li>Saola dikenal sangat sensitif terhadap keberadaan manusia dan cepat menghindar.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Ancaman dan Status Konservasi<\/strong><\/p>\n<p>Saola diklasifikasikan sebagai Critically Endangered (Kritis) oleh IUCN Red List. Bahkan, beberapa ilmuwan menyebutnya sebagai \u201c<em>the most endangered large mammal on Earth<\/em>\u201d (mamalia besar paling terancam punah di dunia).<\/p>\n<p>Ancaman utama:<\/p>\n<ul>\n<li>Perburuan tidak langsung: Meskipun tidak diburu secara khusus, saola sering terjerat perangkap yang ditujukan untuk hewan lain seperti babi hutan atau rusa.<\/li>\n<li>Hilangnya habitat: Pembukaan hutan untuk pertanian, pembangunan jalan, dan pembalakan liar mengancam kelangsungan hidupnya.<\/li>\n<li>Perdagangan ilegal: Meski tidak dicari secara langsung, jebakan-jebakan untuk perdagangan satwa sering menjadi penyebab kematian saola.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Upaya Konservasi<\/strong><\/p>\n<p>Organisasi internasional dan lokal telah bekerja sama untuk melindungi saola melalui berbagai cara:<\/p>\n<ul>\n<li>Saola Working Group (SWG): Dibentuk oleh IUCN pada 2006, kelompok ini memfokuskan diri pada penelitian dan perlindungan saola di habitat aslinya.<\/li>\n<li>Patroli anti-perangkap: Diperkuat di kawasan konservasi seperti Xe Sap National Protected Area (Laos) dan Vu Quang National Park (Vietnam).<\/li>\n<li>Penangkaran: Rencana untuk membangun pusat konservasi dan penangkaran semi-alami telah disiapkan, tetapi belum ada individu saola yang berhasil ditangkap hidup-hidup dalam kondisi ideal untuk konservasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Saola bukan hanya hewan langka, tetapi juga simbol pentingnya menjaga keanekaragaman hayati yang tersembunyi di hutan-hutan tropis Asia Tenggara. Ia adalah indikator ekosistem yang sehat dan menandakan bahwa kawasan tersebut masih mendukung kehidupan liar yang rumit dan kaya.<\/p>\n<p>Keberadaan saola, meski hampir tak terlihat, adalah pengingat bahwa masih banyak misteri yang belum terungkap di alam liar. Perlindungan saola bukan hanya tentang menyelamatkan satu spesies, tetapi tentang menjaga ekosistem luas yang menjadi rumah bagi ribuan makhluk hidup lainnya.***<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber Referensi:<\/p>\n<p>1. IUCN Red List \u2013 Saola<\/p>\n<p>2. WWF \u2013 Saola Conservation<\/p>\n<p>3. Saola Working Group \u2013 Official Site<\/p>\n<p>4. National Geographic: Rare Saola Sighting<\/p>\n<p>5. Wikipedia \u2013 Pseudoryx nghetinhensis<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BeritaMerdeka.co.id &#8211; Saola (Pseudoryx nghetinhensis) adalah salah satu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[731,729,730],"newstopic":[],"class_list":["post-9526","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-internasional","tag-laos","tag-saola","tag-unicorn-asia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Saola: Misteri Mamalia Langka dari Pegunungan Asia Tenggara - Berita Merdeka<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Saola (Pseudoryx nghetinhensis) adalah salah satu mamalia paling langka dan paling misterius di dunia. Dikenal sebagai &quot;Unicorn Asia&quot; karena tanduk lurus simetris yang menghiasi kepalanya, saola pertama kali ditemukan oleh ilmuwan pada tahun 1992. Spesies ini menjadi simbol betapa banyaknya keanekaragaman hayati yang belum terungkap di hutan tropis Asia Tenggara, khususnya di perbatasan antara Vietnam dan Laos.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Saola: Misteri Mamalia Langka dari Pegunungan Asia Tenggara - Berita Merdeka\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saola (Pseudoryx nghetinhensis) adalah salah satu mamalia paling langka dan paling misterius di dunia. Dikenal sebagai &quot;Unicorn Asia&quot; karena tanduk lurus simetris yang menghiasi kepalanya, saola pertama kali ditemukan oleh ilmuwan pada tahun 1992. Spesies ini menjadi simbol betapa banyaknya keanekaragaman hayati yang belum terungkap di hutan tropis Asia Tenggara, khususnya di perbatasan antara Vietnam dan Laos.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Merdeka\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-25T13:55:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/9rljuvjh6l_Saola_Circle_image_HI_37218.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"480\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4247a2cf61f9db18eee535301bcdd42a\"},\"headline\":\"Saola: Misteri Mamalia Langka dari Pegunungan Asia Tenggara\",\"datePublished\":\"2025-04-25T13:55:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\\\/\"},\"wordCount\":575,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/9rljuvjh6l_Saola_Circle_image_HI_37218.webp\",\"keywords\":[\"Laos\",\"Saola\",\"Unicorn asia\"],\"articleSection\":[\"Internasional\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\\\/\",\"name\":\"Saola: Misteri Mamalia Langka dari Pegunungan Asia Tenggara - Berita Merdeka\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/9rljuvjh6l_Saola_Circle_image_HI_37218.webp\",\"datePublished\":\"2025-04-25T13:55:22+00:00\",\"description\":\"Saola (Pseudoryx nghetinhensis) adalah salah satu mamalia paling langka dan paling misterius di dunia. Dikenal sebagai \\\"Unicorn Asia\\\" karena tanduk lurus simetris yang menghiasi kepalanya, saola pertama kali ditemukan oleh ilmuwan pada tahun 1992. Spesies ini menjadi simbol betapa banyaknya keanekaragaman hayati yang belum terungkap di hutan tropis Asia Tenggara, khususnya di perbatasan antara Vietnam dan Laos.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/9rljuvjh6l_Saola_Circle_image_HI_37218.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/9rljuvjh6l_Saola_Circle_image_HI_37218.webp\",\"width\":640,\"height\":480,\"caption\":\"Saola atau Pseudoryxnghetinhensis. (World Wildlife Fund)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Saola: Misteri Mamalia Langka dari Pegunungan Asia Tenggara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/\",\"name\":\"Berita Merdeka\",\"description\":\"Lugas - Tegas - Independen\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#organization\",\"name\":\"Berita Merdeka\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/logo-berita-merdeka-oke-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/logo-berita-merdeka-oke-1.webp\",\"width\":350,\"height\":73,\"caption\":\"Berita Merdeka\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4247a2cf61f9db18eee535301bcdd42a\",\"name\":\"Redaksi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritamerdeka.co.id\\\/on\\\/author\\\/tim-redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Saola: Misteri Mamalia Langka dari Pegunungan Asia Tenggara - Berita Merdeka","description":"Saola (Pseudoryx nghetinhensis) adalah salah satu mamalia paling langka dan paling misterius di dunia. Dikenal sebagai \"Unicorn Asia\" karena tanduk lurus simetris yang menghiasi kepalanya, saola pertama kali ditemukan oleh ilmuwan pada tahun 1992. Spesies ini menjadi simbol betapa banyaknya keanekaragaman hayati yang belum terungkap di hutan tropis Asia Tenggara, khususnya di perbatasan antara Vietnam dan Laos.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Saola: Misteri Mamalia Langka dari Pegunungan Asia Tenggara - Berita Merdeka","og_description":"Saola (Pseudoryx nghetinhensis) adalah salah satu mamalia paling langka dan paling misterius di dunia. Dikenal sebagai \"Unicorn Asia\" karena tanduk lurus simetris yang menghiasi kepalanya, saola pertama kali ditemukan oleh ilmuwan pada tahun 1992. Spesies ini menjadi simbol betapa banyaknya keanekaragaman hayati yang belum terungkap di hutan tropis Asia Tenggara, khususnya di perbatasan antara Vietnam dan Laos.","og_url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/","og_site_name":"Berita Merdeka","article_published_time":"2025-04-25T13:55:22+00:00","og_image":[{"width":640,"height":480,"url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/9rljuvjh6l_Saola_Circle_image_HI_37218.webp","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#\/schema\/person\/4247a2cf61f9db18eee535301bcdd42a"},"headline":"Saola: Misteri Mamalia Langka dari Pegunungan Asia Tenggara","datePublished":"2025-04-25T13:55:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/"},"wordCount":575,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/9rljuvjh6l_Saola_Circle_image_HI_37218.webp","keywords":["Laos","Saola","Unicorn asia"],"articleSection":["Internasional"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/","url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/","name":"Saola: Misteri Mamalia Langka dari Pegunungan Asia Tenggara - Berita Merdeka","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/9rljuvjh6l_Saola_Circle_image_HI_37218.webp","datePublished":"2025-04-25T13:55:22+00:00","description":"Saola (Pseudoryx nghetinhensis) adalah salah satu mamalia paling langka dan paling misterius di dunia. Dikenal sebagai \"Unicorn Asia\" karena tanduk lurus simetris yang menghiasi kepalanya, saola pertama kali ditemukan oleh ilmuwan pada tahun 1992. Spesies ini menjadi simbol betapa banyaknya keanekaragaman hayati yang belum terungkap di hutan tropis Asia Tenggara, khususnya di perbatasan antara Vietnam dan Laos.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/#primaryimage","url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/9rljuvjh6l_Saola_Circle_image_HI_37218.webp","contentUrl":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/9rljuvjh6l_Saola_Circle_image_HI_37218.webp","width":640,"height":480,"caption":"Saola atau Pseudoryxnghetinhensis. (World Wildlife Fund)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/saola-misteri-mamalia-langka-dari-pegunungan-asia-tenggara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Saola: Misteri Mamalia Langka dari Pegunungan Asia Tenggara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#website","url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/","name":"Berita Merdeka","description":"Lugas - Tegas - Independen","publisher":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#organization","name":"Berita Merdeka","url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/logo-berita-merdeka-oke-1.webp","contentUrl":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/logo-berita-merdeka-oke-1.webp","width":350,"height":73,"caption":"Berita Merdeka"},"image":{"@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/#\/schema\/person\/4247a2cf61f9db18eee535301bcdd42a","name":"Redaksi","url":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/author\/tim-redaksi\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9526"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9526\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9528,"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9526\/revisions\/9528"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9526"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritamerdeka.co.id\/on\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=9526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}