Beritamerdeka.co.id – Ketua P2KAT, Anis Yuslam Dahda meminta pada Pemerintah Kota Tegal untuk melonggarkan kebijakan Car Free Night tidak diterapkan selama Ramadan.
Anis Yuslam Dahda selaku Ketua P2KAT mengatakan, di bulan Ramadan banyak umat Muslim beribadah sholat Tarawih pada jam sholat Isya.
Hal Itu disampaikan Ketua Paguyuban Pedagang Alun-alun Kota Tegal (P2KAT) Anis Yuslam Dahda agar mempermudah umat Muslim ke Masjid Agung.

Menurutnya, selama era Wali Kota Tegal H. Ikmal Jaya ataupun Siti Masitha Soeparno car free day selama bulan Ramadan ditiadakan, era Wali Kota Tegal sekarang ada Car Free Night, maka ia berharap di era pemerintahan Dedy Yon Supriyono menghentikan dulu baik Car Free Day maupun Car Free Night selama bulan Ramadan.
“Satu, karena lokasi yang dijadikan car free night itu ikon tempat ibadah besar di Kota Tegal tempat berkumpulnya umat Muslim seluruh Kota Tegal untuk sholat tarawih. Kalau aksesnya ditutup, nanti terkesan “menghalangi” orang beribadah,” ujar Anis Yuslam pada beritamerdeka.co.id, Minggu, 15 Februari 2026.
Kalau hal seperti itu terus tidak dilakukan perubahan kebijakan, dengan tetap menerapkan menutup akses dalam bulan ramadan, menurutnya dapat menurunkan peringkat toleransi yang saat ini Kota Tegal dinilai pada peringkat yang baik.
Tolak CFN dan CFD di Alun-alun Kota Tegal, P2KAT Datangi Kantor DPRD
“Nanti bisa jadi peringkat toleransi itu akan turun,” katanya.
Permintaan kebijakan pemerintah Kota Tegal untuk tidak menerapkan car free night hanya dilakukan hanya dalam satu bulan pada bulan ramadan. Selain itu pertimbangan memperhatikan para PKL dalam mengais rejeki untuk keluarga menghadapi lebaran.
“yang kedua, mereka harapan para PKL, juru parkir yang seharusnya malam minggu dapat mengais rejeki lebih baik, selama enam bulan terakhir hanya bisa menelan ludah.Dimohon pada pemerintah kota untuk satu bulan ini saja untuk meniadakan car free night, ” harapnya.
Soal ketertiban PKL, semua bisa dikomunikasikan dengan duduk bersama dan melibatkan semua elemen memberikan pemahaman kepada para pedagang bahwa dalam satu bulan kedepan selama ramadan mereka para pedagang perlu memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Duduk bareng dengan melibatkan semua unsur semua elemen, mas, yuk ini mau lebaran sampean butuh duit untuk lebaran, kami butuh ketertiban, butuh kota ini supaya bagus, butuh indah. Ketika ada pemudik datang, melihat keindahan Tegal, ketertiban orang berdagang itu luar biasa kalau bisa terrealisasikan, dan satu hal lagi, selama ada kegiatan ibadah, sebaiknya ada larangan membunyikan klakson kendaraan, speaker odong-odong di areal Masjid Agung,” tutup Anis Yuslam Dahda.
Tujuan pemerintah Kota Tegal membangun infrastruktur jalan Pancasila sebagai kawasan bisnis (umkm) dan wisata dibutuhkan pemahaman semua pihak tentang kedisiplinan baik para pedagang seperti umkm, jasa odong-odong, sepeda listrik, juga sosialisasi periodik dari pemerintah kota pentingnya pemahaman kedisiplinan.
Sebab tanpa adanya kedisiplinan, disadari atau tidak disadari, akan tercipta kawasan tersebut sebagai kawasan antahbrantah.
Jalan Pancasila yang lebar menjadi menyempit ketika para pedagang umkm saling berlomba menempatkan dagangannya mengarah ke tengah jalan, belum lagi para pengendara odong-odong yang memarkirkan kendaraannya secara sembrono, pengusaha jasa sepeda listrik menggelar sepeda listriknya tanpa beraturan menjadikan kawasan ini sebagai kawasan tanpa kendali. ***














