Scroll untuk baca berita
Regional

Minim Fasilitas, Damkar Kabupaten Tegal Tetap Berupaya Maksimalkan Kinerja di Tengah Risiko Tinggi

×

Minim Fasilitas, Damkar Kabupaten Tegal Tetap Berupaya Maksimalkan Kinerja di Tengah Risiko Tinggi

Sebarkan artikel ini
Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Agus Sukoco saat wawancara di ruang kerjanya, Rabu 15 April 2026 (Ade W/beritamerdeka.co.id)

Beritamerdeka.co.id – Keterbatasan sarana dan prasarana serta minimnya sumber daya manusia (SDM) masih menjadi tantangan serius bagi satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tegal dalam menjalankan tugasnya.

Di tengah tingginya potensi kebakaran, kondisi ini dinilai dapat berdampak langsung terhadap kecepatan dan efektivitas penanganan di lapangan, yang seharusnya menjadi faktor krusial dalam upaya penyelamatan jiwa dan harta benda masyarakat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal, Agus Sukoco, mengungkapkan bahwa jumlah armada pemadam yang tersedia saat ini belum sebanding dengan luas wilayah serta jumlah penduduk yang harus dilayani.

“Standar waktu tanggap (response time) penanganan kebakaran idealnya 15 menit. Namun, dengan hanya empat pos Damkar dan keterbatasan unit kendaraan untuk menjangkau 18 kecamatan, kondisi tersebut belum dapat terpenuhi,” ujar Agus, Rabu 15 April 2026.

Ia menambahkan, sejumlah armada yang digunakan saat ini bahkan telah berusia tua dan membutuhkan perawatan intensif. Hal ini kerap menjadi kendala saat petugas dituntut bergerak cepat, khususnya menuju wilayah dengan akses yang sulit dijangkau.

Selain itu, keterbatasan alat pelindung diri (APD) juga menjadi perhatian serius. Dalam situasi darurat, kelengkapan peralatan tidak hanya menentukan keberhasilan proses pemadaman, tetapi juga menyangkut keselamatan personel di lapangan.

Di sisi lain, jumlah personel Damkar yang tersedia juga dinilai masih jauh dari ideal. Dengan keterbatasan SDM, petugas kerap harus bekerja ekstra, bahkan merangkap berbagai tugas dalam satu waktu. Kondisi ini berisiko terhadap keselamatan kerja serta berpotensi menurunkan tingkat respons dalam penanganan kebakaran maupun operasi penyelamatan lainnya.

“Dalam satu kejadian besar, idealnya dibutuhkan dukungan personel dan armada yang memadai. Namun dengan kondisi saat ini, kami harus memaksimalkan sumber daya yang ada,” tegasnya.

Sebagai upaya perbaikan, pihak Satpol PP Kabupaten Tegal telah mengusulkan kepada DPRD Kabupaten Tegal agar dapat mengalokasikan anggaran untuk penambahan sarana dan prasarana, termasuk pembangunan pos Damkar di setiap kecamatan.

Pemerintah daerah juga diharapkan memberikan perhatian lebih melalui peningkatan jumlah armada, pembaruan peralatan, serta penambahan dan pelatihan SDM. Investasi di sektor pemadam kebakaran dinilai sangat penting mengingat perannya yang vital dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Dengan dukungan yang lebih optimal, Damkar Kabupaten Tegal diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan mempercepat waktu tanggap, sehingga potensi kerugian akibat kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin.***