Beritamerdeka.co.id – Seorang petani bernama Jasmin (46) pergi ke sawah , sambil mengenakan kaos lengan panjang abu-abu dan celana pendek hitam.
Nampak sepeda motor Jasmin terparkir di tepi pematang hingga sore. Biasanya, sebelum Magrib, Jasmin sudah pulang.
Tapi hari itu, Selasa, 21 April 2026, ia tak kunjung muncul. Membuat warga mulai curiga .
Akhirnya Sekitar pukul 18.00 WIB, warga Dukuh Nglorog, Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, memutuskan mencarinya .
Namun mereka terkejut saat menemukan pemandangan yang mengiris hati, Jasmin tergeletak terlentang di pematang sawah.
Di ketahui sudah dalam keadaan tak bernyawa.akhirnya warga melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib.
Pihak kepolisian bersama Petugas medis RS PKU Muhammadiyah Blora segera mendatangi lokasi dan mengevakuasinya .
Berdasarkan informasi Tidak ada tanda kekerasan lain. Di jari telunjuk tangan kanannya,
terdapat luka lecet, di duga bekas sengatan listrik yang merenggut nyawanya..Tragisnya, korban adalah pemasang jebakan itu sendiri.
Di lansir dari Detik.com , menurut Kapolsek Jepon, Iptu Moh. Junaidi.mengatakan jebakan tersebut di pasang sendiri .
“Jaraknya 50 cm dari pematang, tinggi 15 cm dari tanah. .”
Polisi mengamankan pakaian korban sebagai barang bukti. Jenazah Jasmin diserahkan kepada pihak keluarga untuk di makamkan
Pihak kepolisian menghimbau agar penggunaan setrum listrik untuk hama tikus di hentikan , karena membahayakan
Kisah Jasmin menjadi pengingat pahit. Kadang, yang paling membahayakan bukanlah hama, melainkan cara melawannya.***













