Scroll untuk baca berita
PendidikanRegionalUncategorized

LPK Yamato Artha Gemilang Diresmikan, Siap Jembatani Pemuda Tegal Raih Peluang Kerja di Jepang

×

LPK Yamato Artha Gemilang Diresmikan, Siap Jembatani Pemuda Tegal Raih Peluang Kerja di Jepang

Sebarkan artikel ini

Beritamerdeka.co.id – Sebagai langkah nyata mendukung program pemerintah dalam menekan angka pengangguran, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yamato Artha Gemilang resmi membuka akses penempatan tenaga kerja ke Jepang. Peresmian gedung baru yang berlokasi di Jl. Pulau Rote Nomor 35, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur ini dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026.

​Pimpinan LPK Yamato Artha Gemilang, Fatkhurozak Budi Prayogi, menyatakan bahwa lembaga ini hadir untuk mencetak calon tenaga kerja yang kompeten, terutama dalam penguasaan bahasa Jepang sebagai syarat mutlak bekerja di Negeri Sakura.

​”LPK ini bergerak di bidang pendidikan bahasa Jepang sekaligus penyaluran untuk interview di Sending Organisation (SO) atau P3MI yang sudah bekerja sama dengan kami. Fokus utama kami adalah membantu anak muda usia produktif mendapatkan penghidupan yang lebih baik di Jepang,” ujar Rozak, sapaan akrabnya, di sela-sela peresmian.

Fatkhuroazak Budi Prayogi, Pimpinan LPK Yamato Artha Gemilang

Peluang Besar di Tengah Krisis Tenaga Kerja Jepang

​Langkah LPK Yamato Artha Gemilang ini merupakan respon cepat terhadap tingginya permintaan tenaga kerja asing di Jepang. Berdasarkan data proyeksi, Jepang membutuhkan hingga 1,23 juta tenaga kerja asing secara kumulatif untuk jangka waktu lima tahun ke depan hingga Maret 2029.

​Tingginya angka tersebut dipicu oleh krisis kekurangan tenaga kerja di Jepang yang mencakup 14 sektor industri utama. Beberapa sektor yang menjadi fokus proyeksi LPK Yamato Artha Gemilang meliputi:

– ​Manufaktur
– ​Pertanian dan Perikanan
– ​Pengolahan Makanan
– ​Konstruksi
– ​Keperawatan (Caregiver)

Snow Fairy dari Hokkaido, Burung Mungil Shima Enaga Jadi Ikon Musim Dingin Jepang

Proses Pelatihan dan Transparansi Biaya

​Mengenai teknis persiapan, Rozak menjelaskan bahwa siswa akan menempuh pendidikan bahasa selama 3 hingga 4 bulan sebelum mengikuti proses wawancara (interview). Setelah dinyatakan lolos, siswa akan menjalani pemantapan bahasa selama 4 hingga 5 bulan sebelum diberangkatkan.

​”Target kami, dalam waktu singkat siswa sudah siap mental dan bahasa untuk interview. Setelah itu, ada pemantapan agar mereka benar-benar siap saat terbang ke Jepang,” jelasnya.

​Lebih lanjut, Rozak memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar waspada terhadap praktik penipuan penyaluran tenaga kerja. Ia menekankan pentingnya transparansi biaya dalam setiap proses.

​”Untuk warga Kota Tegal, tolong hindari yang namanya DP Job. Jangan membayar sebelum ada proses interview. Pembayaran hanya dilakukan setelah calon tenaga kerja dinyatakan lolos seleksi. Ini penting agar masyarakat tidak terjebak kerugian finansial di awal,” tegas Fatkhurozak.

​Acara peresmian gedung ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) dari bidang pendidikan dan ketenagakerjaan Kota Tegal, yang memberikan apresiasi atas dibukanya akses lapangan kerja internasional bagi warga lokal. ***