Scroll untuk baca berita
Internasional

Snow Fairy dari Hokkaido, Burung Mungil Shima Enaga Jadi Ikon Musim Dingin Jepang

×

Snow Fairy dari Hokkaido, Burung Mungil Shima Enaga Jadi Ikon Musim Dingin Jepang

Sebarkan artikel ini

Beritamerdeka.co.id – Seekor burung kecil berbulu putih bersih bernama Shima Enaga tengah mencuri perhatian publik dan wisatawan di Jepang.

Dijuluki “Snow Fairy” atau peri salju, burung ini menjadi simbol keindahan musim dingin di wilayah utara Negeri Sakura, khususnya di Pulau Hokkaido.

Shima Enaga dikenal sebagai subspesies burung ekor panjang yang memiliki ciri khas tubuh bulat, bulu putih polos, serta mata hitam mungil yang memberikan kesan ekspresi lucu.

Penampilannya yang menyerupai bola salju hidup membuat burung ini kerap viral di media sosial dan menjadi objek fotografi favorit saat musim dingin tiba.

Burung ini umumnya hidup di kawasan hutan pegunungan Hokkaido. Pada musim dingin, Shima Enaga lebih mudah dijumpai karena aktivitasnya meningkat di antara ranting-ranting pohon yangtertutup salju.

Untuk bertahan dari suhu ekstrem, burung ini mengembangkan bulunya sehingga tampak semakin mengembang dan menggemaskan.

Selain penampilannya yang unik, Shima Enaga juga dikenal sebagai burung yang aktif dan sosial.

Mereka sering bergerak dalam kelompok kecil, melompat lincah dari satu dahan ke dahan lain, serta mengeluarkan suara kicauan lembut.

Dalam kondisi dingin ekstrem, burung-burung ini bahkan saling merapat untuk menjaga kehangatan tubuh.

Popularitas Shima Enaga tidak hanya terbatas di alam liar. Burung ini telah menjelma menjadi ikon budaya populer di Hokkaido.

Berbagai produk suvenir seperti boneka, gantungan kunci, hingga makanan bertema Shima Enaga banyak dijual di toko-toko lokal, menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana keunikan fauna lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam mendukung pariwisata berbasis alam.

Keberadaan Shima Enaga sebagai “Snow Fairy” pun tidak hanya memperkaya keanekaragaman hayati Jepang, tetapi juga menghadirkan simbol kehangatan di tengah dinginnya musim salju.***