Beritamerdeka.co.id – Inovasi tak biasa datang dari Jepang. Sebuah startup bernama Air Kamui ,berhasil mengembangkan drone berbahan dasar kardus yang kini mulai menarik perhatian dunia militer.
Drone tersebut diberi nama AirKamuy 150. Meski terbuat dari material sederhana, kemampuannya tidak bisa diremehkan. Drone ini dapat dirakit hanya dalam waktu
sekitar lima menit, memiliki kecepatan hingga 120 km/jam, dan diproduksi dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan drone konvensional.
Konsep utama di balik pengembangan ini adalah efisiensi biaya , menghadirkan solusi sederhana dengan dampak besar.
Namun keunggulan drone ini tidak berhenti di situ.Secara ilmiah, material kardus memiliki karakteristik yang membuatnya lebih sulit terdeteksi radar.
Hal ini berkaitan dengan konsep radar cross section (RCS), yaitu ukuran seberapa besar suatu objek dapat memantulkan gelombang radar.
Berbedadengan logam yang mudah memantulkan sinyal, kardus justru menyerap atau menyebarkan gelombang, sehingga membuat objek menjadi lebih “samar” di radar.
Saat ini, AirKamuy 150 telah digunakan oleh militer Jepang, terutama sebagai target latihan.
Namun, para pengamat menilai teknologi ini berpotensi dikembangkan lebih jauh, termasuk untuk misi pengintaian atau operasi taktis di masa depan.
Kehadiran drone kardus ini menunjukkan perubahan arah dalam teknologi militermodern.
Inovasi tidak lagi selalu identik dengan biaya tinggi atau material canggih justru, pendekatan sederhana dengan pemanfaatan material ringan dan murah bisa menjadi solusi strategis yang efektif.***
Sumber:
Laporan teknologi pertahanan dan inovasi drone dari media seperti Defense News dan Nikkei Asia
Publikasi dan rilis resmi dari Air Kamui terkait pengembangan AirKamuy 150
Referensi konsep radar cross section dari literatur teknologi militer dan avionik













