Beritamerdeka.co.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Tegal. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tegal, Akhmad Kholid, usai menghadiri kegiatan di RSUD Dr. Soeselo, Jumat (12/6/2026).
Menurut Akhmad Kholid, pemerintah pusat telah melakukan berbagai kajian dan pertimbangan secara matang sebelum mengambil kebijakan terkait penyesuaian harga Pertamax. Karena itu, masyarakat diminta tidak perlu khawatir berlebihan terhadap dampak kebijakan tersebut.
“Pemerintah tentu sudah melakukan berbagai tinjauan dan kajian sebelum menetapkan kebijakan ini. Semua aspek telah diperhitungkan agar tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Tegal belum melihat adanya dampak yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat akibat kenaikan harga Pertamax. Kondisi perekonomian daerah masih berjalan normal dan stabil.
Terkait penggunaan kendaraan dinas yang sebagian menggunakan bahan bakar Pertamax, Akhmad Kholid mengatakan belum ada pembahasan khusus mengenai kemungkinan penyesuaian kebijakan di lingkungan pemerintah daerah.
Menurutnya, apabila diperlukan, pemerintah daerah akan melakukan kajian lebih lanjut guna mencari solusi yang paling tepat dan efektif.
“Untuk kendaraan dinas yang menggunakan Pertamax, sementara ini memang belum ada pembahasan khusus. Kemungkinan ke depan akan dilakukan kajian agar dapat diperoleh solusi terbaik,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Tegal berharap masyarakat tetap tenang dan terus mendukung berbagai kebijakan yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pembangunan daerah.***













