Pilihan EditorRegional

Di Tengah Sorotan Publik, 449 Pejabat Pemkab Tegal Resmi Dilantik

×

Di Tengah Sorotan Publik, 449 Pejabat Pemkab Tegal Resmi Dilantik

Sebarkan artikel ini
Pelantikan dan pengukuhan ratusan pejabat Pemkab Tegal

BeritaMerdeka.co.id – Pemerintah Kabupaten Tegal secara resmi melantik dan mengukuhkan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemkab Tegal pada Jumat 9 Januari 2026.

Tak biasa, prosesi pelantikan digelar di dua lokasi berbeda, salah satunya di ruang publik terbuka, yakni di ruas Jalan penghubung Pagerbarang – Jatibarang, tepatnya di depan SMA Negeri 1 Pagerbarang, serta di Pendopo Amangkurat, Slawi.

Advertisement
Scroll untuk membaca

Sebanyak 449 pejabat dilantik dan dikukuhkan dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 243 pejabat dilantik langsung di Jalan Pagerbarang – Jatibarang, sementara 206 pejabat lainnya dikukuhkan di Pendopo Amangkurat.

Sejumlah pejabat strategis yang dikukuhkan antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, tiga Staf Ahli Bupati, tiga Asisten Sekda, serta para Kepala Perangkat Daerah, meliputi Kepala BPKAD, Kepala Bapenda, Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Kominfo, Kepala DPUPR, dan Kepala DPMPTSP.

Selain pengukuhan, rotasi jabatan juga dilakukan terhadap beberapa pimpinan OPD. Di antaranya Riski Subiantoro sebagai Kepala Dinas Perikanan, Supriyadi sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja (Perintransnaker), serta Agus Sukoco sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Untuk jabatan Administrator, sejumlah camat turut dilantik dan dikukuhkan, di antaranya Sihabudin sebagai Camat Bumijawa, Moh. Domiri sebagai Camat Bojong, Pri Haryono sebagai Camat Balapulang, Erlin Trisnawati sebagai Camat Margasari, serta Bekti Sularko sebagai Camat Slawi.

Dalam sambutannya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam sistem birokrasi pemerintahan dan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Mutasi dan rotasi jabatan adalah hal yang biasa dalam organisasi pemerintahan. Seluruh proses dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai aturan. Saya pastikan tidak ada jual beli jabatan dan tidak ada praktik transaksional yang mencederai birokrasi,” tegas Bupati Ischak.

Bupati Ischak juga mengibaratkan Pemerintah Kabupaten Tegal sebagai sebuah rangkaian kereta api, di mana Bupati dan Wakil Bupati berperan sebagai lokomotif yang menentukan arah dan kecepatan.

“Pemerintah Kabupaten Tegal ini ibarat kereta api. Bupati dan Wakil Bupati adalah lokomotifnya. Seluruh gerbong harus mengikuti ritme kerja lokomotif agar tujuan pembangunan dapat tercapai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dengan jabatan masing-masing, bekerja secara profesional, menjunjung tinggi integritas, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

Pemilihan ruas Jalan Pagerbarang – Jatibarang sebagai lokasi pelantikan, menurut Bupati Ischak, memiliki makna simbolis. Jalan tersebut merupakan ruang publik yang setiap hari dilalui masyarakat, sebagai pesan bahwa birokrasi Pemkab Tegal tidak berjarak dengan rakyat.

Selain itu, jalan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tegal dengan Pemerintah Pusat melalui program Inpres Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dengan total anggaran Rp16 miliar, terdiri dari Rp14 miliar dana pusat dan Rp2 miliar dari APBD Kabupaten Tegal.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kepada para pejabat yang baru dilantik.

Selanjutnya, Bupati Tegal bersama Forkopimda secara resmi meresmikan jalan penghubung Pagerbarang (Kabupaten Tegal) dengan Jatibarang (Kabupaten Brebes) sebagai wujud komitmen peningkatan konektivitas antarwilayah dan pelayanan infrastruktur bagi masyarakat.

Melalui pelantikan massal dan peresmian infrastruktur tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal berharap mampu memperkuat kinerja birokrasi sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.***