Beritamerdeka.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tegal resmi memulai babak baru kepemimpinan. Jabatan Kepala Lapas (Kalapas) kini beralih dari Haryono, Bc.I.P., S.H., M.M., kepada Dewanto, A.Md.IP., S.Sos., dalam prosesi pisah sambut yang berlangsung khidmat di Aula Lapas, Sabtu, 24 April 2026.
Dewanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kalapas Kelas IIB Merauke, kini dipercaya menahkodai Lapas Tegal. Sementara itu, Haryono mendapatkan promosi jabatan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) sebagai Kepala Subdirektorat Pendampingan Klien dan Upaya Keadilan Restoratif Pemasyarakatan.
Pesan Perpisahan dan Apresiasi
Dalam momen penuh haru tersebut, Haryono menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh jajaran petugas Lapas Tegal. Ia mengakui bahwa keberhasilan program selama masa kepemimpinannya tidak lepas dari dukungan penuh staf dan kerja sama tim yang solid.
Komitmen Jaga Integritas, Lapas Slawi Tegas Berantas Praktik Halinar

”Saya sangat berterima kasih kepada seluruh petugas Lapas Kelas IIB Tegal atas kerja sama yang baik selama saya memimpin. Terima kasih atas dukungan dan semangat yang telah diberikan,” ujar pria yang akrab disapa Hary tersebut.
Ia juga berharap agar estafet kepemimpinan ini membawa angin segar bagi organisasi. “Saya yakin Bapak Dewanto bisa membawa Lapas Tegal lebih baik lagi. Saya harap program yang sudah berjalan baik dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” tambahnya.
Komitmen Inovasi dan Solidaritas
Menanggapi amanah baru tersebut, Dewanto menegaskan komitmennya untuk langsung tancap gas. Ia memastikan akan melanjutkan program kerja yang telah direncanakan maupun yang sedang berjalan dari pejabat sebelumnya.

”Selain melanjutkan program yang ada, kami siap menghadirkan inovasi guna mengatasi tantangan ke depan serta meningkatkan kualitas pembinaan dan keamanan Lapas,” tegas Dewanto.
Lebih lanjut, Dewanto mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat tiga pilar utama dalam bekerja, yakni solidaritas, disiplin, dan profesionalisme. Menurutnya, kekompakan tim adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.
”Kekompakan tim adalah kunci utama untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan tertib, serta memastikan pembinaan warga binaan berjalan efektif sesuai standar operasional prosedur (SOP),” pungkasnya dengan penuh semangat. ***













