Beritamerdeka.co.id – Suasana tenang di area persawahan Desa Penujah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah seorang petani menemukan benda yang diduga granat tangan jenis nanas saat membersihkan lahan jagung, pada Kamis (4/6/2026).
Penemuan mengejutkan tersebut dialami Kasmuri (58), warga Desa Penujah, saat melakukan pengecekan tanaman sekaligus membersihkan lahan, ia melihat sebuah benda mencurigakan yang bentuknya menyerupai granat tangan.
Menyadari potensi bahaya yang mengancam keselamatan warga, Kasmuri tidak berani menyentuh benda tersebut dan segera melaporkannya kepada perangkat desa.
Setelah dilakukan pengecekan awal dan dipastikan memiliki ciri-ciri menyerupai granat, laporan langsung diteruskan ke Polsek Kedungbanteng.
Menerima informasi itu, jajaran Polsek Kedungbanteng bergerak cepat menuju lokasi untuk mengamankan area dan mencegah warga mendekati titik penemuan. Langkah ini dilakukan sembari menunggu kedatangan tim penjinak bahan peledak.
Kapolsek Kedungbanteng IPTU Joko Waluyo, bersama anggotanya kemudian berkoordinasi dengan Tim Gegana Sat Brimob Polda Jawa Tengah guna melakukan penanganan sesuai prosedur.
Pada sore hari, Tim Gegana Sat Brimob Polda Jawa Tengah yang dipimpin IPDA Sanyoto, tiba di lokasi dan langsung melakukan sterilisasi area.
Setelah memastikan situasi aman, petugas melaksanakan proses evakuasi dan disposal terhadap benda yang diduga bahan peledak tersebut.
Seluruh rangkaian penanganan berlangsung di bawah pengamanan ketat. Berkat kesiapsiagaan aparat dan kerja sama masyarakat, proses evakuasi hingga pemusnahan dapat dilakukan dengan aman tanpa menimbulkan gangguan bagi warga sekitar.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, mengapresiasi sikap waspada masyarakat yang segera melaporkan temuan benda mencurigakan kepada pihak berwenang.
“Apabila masyarakat menemukan benda yang diduga bahan peledak, senjata, maupun benda berbahaya lainnya, jangan menyentuh atau memindahkannya. Segera laporkan kepada aparat kepolisian agar dapat ditangani oleh petugas yang memiliki keahlian khusus,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa kewaspadaan masyarakat dan respons cepat aparat keamanan merupakan faktor utama dalam mencegah potensi ancaman yang dapat membahayakan keselamatan bersama.***













