Scroll untuk baca berita
InternasionalUncategorized

Negosiasi 21 Jam AS-Iran di Pakistan Berakhir Buntu

×

Negosiasi 21 Jam AS-Iran di Pakistan Berakhir Buntu

Sebarkan artikel ini
Foto: Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance. Images regenerated by Gemini AI

Beritamerdeka.co.id – Perundingan maraton selama 21 jam antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Pakistan resmi berakhir tanpa kesepakatan formal. Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa meskipun tim negosiasi telah meninggalkan lokasi, pintu diplomasi belum sepenuhnya tertutup bagi Teheran.

​Washington tetap pada pendiriannya terkait komitmen nuklir, sementara Teheran menuntut penghormatan terhadap hak kedaulatan mereka.

Berikut adalah detail situasi terkini:

* Tim AS telah ditarik mundur dari Pakistan setelah gagal menemukan titik temu pada isu-isu krusial.

Meski 10 Syarat Gencatan Senjata Diterima AS, Iran Tetap Jari Diatas Pelatuk

* Washington mendesak komitmen fundamental dari Iran untuk menghentikan total pengembangan senjata nuklir.

* Teheran meminta pencabutan sanksi, reparasi perang, dan penghentian tekanan militer di Selat Hormuz.

* AS mengonfirmasi penundaan rencana serangan bersama Israel selama dua pekan guna memberikan ruang bagi proses diplomatik.

​​Wakil Presiden JD Vance menegaskan bahwa kegagalan ini akan memberikan dampak yang lebih berat bagi posisi Iran di kancah internasional.

​”Kabar buruknya, kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat. Kami telah menyampaikan batas-batas yang tidak bisa dilanggar,” ujar JD Vance, Wakil Presiden AS.

​Di sisi lain, Presiden Donald Trump menunjukkan sikap yang lebih santai terhadap hasil meja perundingan. Ia menekankan bahwa posisi militer Amerika Serikat saat ini sudah berada di atas angin.

​”Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak membuat perbedaan bagi saya. Kami sudah menang,” ujar Trump, merujuk pada keberhasilan operasi militer sebelumnya yang menghancurkan infrastruktur strategis Iran.

Respon Teheran: Diplomasi Lewat Jalur Teknis

​Meskipun suasana memanas, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengisyaratkan bahwa komunikasi tidak terputus total. Proses akan dilanjutkan melalui pertukaran dokumen oleh para ahli teknis.

​Syarat Iran untuk keberhasilan diplomasi:

* ​Penghapusan tuntutan yang dianggap “berlebihan dan tidak sah” oleh AS.

* ​Penghormatan terhadap kepentingan strategis Iran di Selat Hormuz.

* ​Pencabutan sanksi ekonomi secara menyeluruh.

​Ketegangan ini bermula dari eskalasi militer pada 28 Februari lalu. Saat ini, AS telah meningkatkan kehadiran militernya dengan mengirim kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz—jalur nadi bagi seperlima pasokan minyak dunia. Dunia kini memantau dengan saksama, apakah dokumen teknis yang akan dipertukarkan mampu meredam gejolak yang mengancam stabilitas ekonomi global ini. ***

(Sumber : Moslemtoday.com/https://www.arabnews.com/node/2639606/middle-east)