Beritamerdeka.co.id – Menjelang rangkaian perayaan Pekan Suci dan Paskah tahun 2026, para pemimpin gereja di Yerusalem secara resmi mendesak otoritas Israel untuk segera membuka kembali akses ke Gereja Makam Kudus (Church of the Holy Sepulchre).
Langkah ini diambil setelah situs tersuci umat Kristiani tersebut ditutup total selama beberapa pekan terakhir.
Desakan dari Takhta Patriarkat
Juru bicara Patriarkat Ortodoks Yunani di Yerusalem, Issa Musleh, menyatakan dalam wawancaranya dengan Anadolu bahwa penutupan ini sangat mencederai hak kebebasan beragama.

Menurutnya, pemulihan akses penuh sangat krusial agar umat dapat menjalankan tradisi liturgi yang telah berlangsung selama berabad-abad.
”Para pemimpin gereja di Yerusalem mendesak Israel untuk sepenuhnya membuka kembali Gereja Makam Kudus. Ini bukan sekadar ritual, tapi jantung dari iman kami, terutama saat menyambut Pekan Suci dan Paskah,” tegas Musleh.
Informasi tambahan dari internal Gereja Ortodoks Yunani menyebutkan bahwa Patriark Theophilos III kini tengah melakukan lobi diplomatik tingkat tinggi di kancah internasional.

Tujuannya adalah memberikan tekanan global kepada pemerintah Israel agar mengizinkan perayaan hari raya berlangsung normal tanpa hambatan militer.
Kalender Paskah 2026
Tahun ini, terdapat perbedaan waktu perayaan antara dua tradisi besar Kristiani:
* Gereja Barat (Katolik & Protestan): Merayakan Paskah pada 5 April 2026.
* Gereja Timur (Ortodoks): Merayakan Paskah pada 12 April 2026.

Penutupan ini mengancam pelaksanaan momen-momen krusial seperti doa Jumat Agung dan upacara Sabtu Cahaya Kudus (Holy Fire), yang biasanya menarik ribuan peziarah dari seluruh dunia ke Yerusalem.
Konteks Geopolitik dan Dampaknya
Penutupan yang dimulai sejak 28 Februari 2026 ini merupakan imbas langsung dari eskalasi konflik regional, di mana otoritas Israel merujuk pada situasi perang Israel-AS melawan Iran sebagai alasan keamanan nasional.
Namun, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada Gereja Makam Kudus, tetapi juga pada Masjid Al-Aqsa, yang turut ditutup bagi jamaah Palestina.
PBB Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Gencatan Senjata Segera
Dampak dari kebijakan ini meliputi:
* Ribuan warga Palestina beragama Kristen dan Muslim dilarang memasuki Kota Tua.
* Banyak pihak menuduh Israel menggunakan alasan keamanan untuk memperkuat kontrol politik atas situs-situs suci di Yerusalem Timur.
* Negara-negara Arab dan dunia Muslim telah melayangkan protes keras, menyebut tindakan ini sebagai langkah yang tidak berdasar dan provokatif
Perbandingan Akses Situs Suci
Gereja Makam Kudus ditutup total alasan otoritas karena Konflik Regional / Keamanan Pembukaan untuk Pekan Suci.
Masjid Al-Aqsa ditutup total oleh otoritas karena Darurat Perang sehingga akses ibadah tanpa batas.
Hingga saat ini, pihak keamanan Israel belum memberikan tanda-tanda akan melonggarkan blokade di wilayah Kota Tua, meski tekanan internasional terus meningkat seiring mendekatnya hari raya Paskah. ***













