Scroll untuk baca berita
Seni & Budaya

Pesona ‘Ikan Cupang’ Bawa Firli Veronika Sabet Juara 1 Fashion Show Daur Ulang Sampah Competition

×

Pesona ‘Ikan Cupang’ Bawa Firli Veronika Sabet Juara 1 Fashion Show Daur Ulang Sampah Competition

Sebarkan artikel ini

Beritamerdeka.co.id — Prestasi membanggakan diraih remaja putri asal

Desa Karang Mulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah,

Firli Veronika. Ia berhasil meraih juara pertama dalam ajang Fashion Show

Daur Ulang Sampah Competition yang diselenggarakan oleh Relawan Peduli

Pendidikan Perempuan, Ibu, dan Anak (RPPPIA).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati International Women’s Day

yang bertepatan dengan perayaan Hari Kartini. Acara berlangsung meriah di

Pendopo Amangkurat pada Selasa (28/4/2026).

Firli tampil memukau dengan balutan busana unik hasil rancangan desainer lokal,

Pramudya Juang Pratama. Karya tersebut mengusung konsep terinspirasi dari

keindahan dan keluwesan ikan cupang (Betta splendens).

Menurut Pramudya, ide kreatifnya muncul dari pengamatan terhadap gerak-gerik serta

pesona ikan hias tersebut. Ia kemudian menuangkan inspirasinya

ke dalam busana yang elegan berbahan dasar barang bekas.

“Saya terinspirasi dari ikan cupang, hingga saya ciptakan kreasi seperti ini dengan berbekal barang bekas,” ujarnya.

Busana yang dikenakan Firli terbuat dari berbagai material daur ulang, seperti

kantong plastik bungkus kopi sachet, botol air mineral bekas, bungkus mi instan,

kantong plastik beras, hingga kepingan CD bekas yang disulap menjadi karya artistik bernilai tinggi.

Firli mengaku bangga dan bahagia bisa tampil membawakan karya perancang lokal

yang tak kalah kreatif dibandingkan desainer profesional. Penampilannya yang percaya

diri dan penuh pesona sukses memikat dewan juri hingga mengantarkannya meraih posisi tertinggi.

“Terima kasih kepada semua pihak. Semoga ini semakin memacu prestasi kami dalam berkarya. Maju terus kreasi anak muda di Kabupaten Tegal,” pungkasnya.

Ajang ini tidak hanya menjadi panggung kreativitas, tetapi juga mengedukasi

masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah menjadi karya bernilai seni.***