Scroll untuk baca berita
Regional

Sekda Banyumas Agus Nur Hadie Buka MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027

×

Sekda Banyumas Agus Nur Hadie Buka MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027

Sebarkan artikel ini

Beritamerdeka.co.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie, mewakili Bupati Banyumas Sadewo Tri
Lastiono, membuka Upacara Pembukaan MPLS Ramah Tingkat Kabupaten Banyumas Tahun Ajaran 2026/2027 di halaman Pendopo Si Panji, Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Banyumas, kepala OPD terkait, para kepala sekolah, guru, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan MPLS Ramah di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Banyumas yang mengedepankan pendekatan humanis, inklusif, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak
anak.

Dalam laporannya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Wahyu Adi, menyampaikan bahwa
MPLS Ramah merupakan kegiatan awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter sejak hari pertama memasuki dunia pendidikan.

“MPLS Ramah adalah kegiatan pertama bagi murid baru yang dilakukan oleh sekolah untuk menumbuhkan serta memperkuat karakter murid sehingga sekolah dapat menjadi rumah kedua, tempat di mana seluruh peserta didik memperoleh rasa aman, nyaman, bahagia, tenang, dan damai,” jelas Wahyu.

Wahyu Adi menambahkan, pelaksanaan MPLS Ramah berlangsung selama lima hari kerja pada minggu pertama tahun ajaran, yakni pada 13–17 Juli 2026.

Adapun jumlah satuan pendidikan yang melaksanakan MPLS Ramah di Kabupaten Banyumas meliputi:
* 37 SMA, terdiri atas 14 SMA Negeri dan 23 SMA Swasta
* 80 SMK yang terdiri atas 10 SMK Negeri dan 70 SMK Swasta
* 25 Madrasah Aliyah yang terdiri atas 3 MA Negeri dan 22 MA Swasta
* 174 SMP yang terdiri atas 73 SMP Negeri dan 101 SMP Swasta
* 59 MTs yang terdiri atas 3 MTs Negeri dan 56 MTs Swasta
* 809 SD yang terdiri atas 749 SD Negeri dan 60 SD Swasta
* 188 Madrasah Ibtidaiyah yang terdiri atas 3 MI Negeri dan 185 MI Swasta.

Membacakan sambutan Bupati Banyumas, Sekda Agus Nur Hadie menegaskan bahwa paradigma pelaksanaan MPLS telah mengalami perubahan yang sangat signifikan dibandingkan masa lalu. Seluruh bentuk kekerasan, intimidasi, maupun perundungan dalam kegiatan pengenalan lingkungan sekolah tidak lagi memiliki tempat dalam dunia pendidikan.

“Model perundungan dengan modal bentakan atau teriakan sudah sangat ketinggalan zaman. Di tengah
pesatnya perkembangan teknologi dan dunia digital, kita harus bergerak maju. Sekolah bukan lagi sekadar tempat untuk mengejar nilai akademik, melainkan ruang aman yang mendukung tumbuh kembang karakter, kreativitas, dan rasa aman bagi anak,” ujar Agus.

Menurutnya, pelaksanaan MPLS Ramah merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

“Melalui pendekatan yang harmonis dan menghormati hak-hak anak, sekolah diharapkan mampu memberikan pengalaman awal yang positif sehingga peserta didik tumbuh menjadi pelajar yang tangguh, kritis, kreatif, mandiri, serta memiliki karakter yang kuat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional sejumlah 250 unit untuk mendukung peningkatan kualitas fasilitas pembelajaran di Kabupaten Banyumas.

Agus menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan berbagai pihak terhadap kemajuan dunia pendidikan di Banyumas. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan sarana fisik, tetapi juga menjadi penguat semangat dalam membangun pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan dapat diakses seluruh anak.

“Kepada seluruh penerima manfaat, saya berpesan agar bantuan ini dikelola secara transparan, akuntabel, dan dimanfaatkan secara optimal guna mendukung proses pembelajaran yang interaktif dengan tetap menanamkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik,” tuturnya.

Perwakilan GSN, Letnan Jenderal (Purn.) Dr. Teguh Arief, dalam kesempatan tersebut menyampaikan realisasi bantuan yang akan disalurkan. Teguh Arief menjelaskan, fokus utama program kali ini diarahkan pada penguatan pendidikan dasar melalui pendistribusian 250 unit tablet edukasi yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Dasar kelas 1 hingga kelas 3.

“Kriteria utama penerima bantuan digital ini adalah sekolah-sekolah yang berada di wilayah blank spot atau belum memiliki akses jaringan internet sama sekali,” jelas Teguh Arief.

Tablet yang disalurkan telah dirancang secara khusus dengan mengintegrasikan kurikulum serta berbagai program pembelajaran mandiri. Dengan demikian, para siswa tetap dapat belajar sekaligus mengenal dan mengoperasikan teknologi digital secara optimal tanpa bergantung pada koneksi internet.

“Khusus untuk tablet, kami peruntukkan bagi anak-anak SD kelas 1 sampai kelas 3 dengan kriteria sekolah yang
belum ada jaringan internet. Di dalam perangkat tersebut sudah tertanam program-program pembelajaran untuk anak sekolah, sehingga tanpa mengakses internet pun mereka sudah bisa belajar menggunakannya secara langsung,” ujar Teguh.

Lebih lanjut, Teguh Arief menambahkan bahwa Program Bantuan Presiden juga menghadirkan inovasi teknologi berupa kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan AI bagi anak-anak penyandang disabilitas netra.

“Kacamata inovatif ini dirancang khusus untuk mempermudah aktivitas membaca buku serta mengenali mata
uang dalam waktu singkat, hanya sekitar 1 hingga 3 detik. Informasi visual tersebut kemudian dikonversi menjadi suara yang dapat didengarkan langsung melalui pengeras suara internal maupun earphone,” pungkasnya.

Selain menghadirkan dukungan teknologi, pemerintah juga terus memperkuat infrastruktur pendidikan melalui program perbaikan sanitasi sekolah atau jambanisasi yang dilaksanakan secara bertahap.

“Pada tahap awal, pemerintah menyasar 10 sekolah yang memiliki fasilitas sanitasi rusak, belum memadai, atau mengalami kekurangan rasio toilet akibat jumlah siswa yang sangat banyak,” ungkapnya.***