Beritamerdeka.co.id — Tradisi balap burung merpati atau yang dikenal dengan merpati kolong
semakin digemari masyarakat di wilayah Tegal dan sekitarnya.
Kegiatan ini tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berkembang menjadi ajang prestise dengan nilai ekonomi yang tinggi.
Setiap akhir pekan, lapangan-lapangan desa hingga area persawahan di Kabupaten dan Kota Tegal kerap dipadati para penghobi.
Mereka datang untuk menyaksikan hingga mengikuti lomba adu kecepatan burung
merpati yang terbang rendah menuju garis finis.
Salah satu penghobi merpati asal Slawi, Rudi (35), mengatakan bahwa balap merpati bukan sekadar hobi biasa.
“Ini sudah seperti gaya hidup. Ada kepuasan tersendiri saat burung kita bisa menang. Apalagi kalau sudah sering juara, harganya bisa naik berkali-kali lipat,” ujarnya. Jum’at ( 24 / 4 / 2026 ) di suatu tempat wilayah Ujungrusi .
Hal senada disampaikan Andi (28), warga Adiwerna, yang rutin mengikuti lomba.
“Selain hiburan, ini juga jadi ajang silaturahmi antar komunitas. Banyak teman baru dari hobi ini,” katanya.
Cara Memilih Burung Merpati yang Bagus
Para penghobi menyebut, memilih merpati berkualitas tidak boleh sembarangan.
Ada beberapa ciri penting yang harus diperhatikan:
Bentuk tubuh proporsional: dada bidang, badan padat berisi
Sayap kuat dan rapat: bulu tersusun rapi, tidak renggang
Mata tajam dan cerah: menandakan kondisi sehat dan responsif
Mental berani: tidak mudah takut dan cepat merespons panggilan
Trah jelas: berasal dari indukan yang punya riwayat bagus
“Kalau mau serius, jangan cuma lihat fisik. Harus diuji terbang juga,” tambah Rudi.
Selain pemilihan, perawatan menjadi faktor penting agar merpati bisa tampil maksimal
di lintasan. Berikut perawatan dasar yang umum dilakukan:
Pakan berkualitas: jagung, beras merah, dan biji-bijian
Mandi dan jemur rutin: menjaga kebugaran dan kebersihan bulu
Latihan terbang: dilakukan secara bertahap untuk melatih stamina
Kandang bersih: mencegah penyakit dan stres pada burung
Menurut Andi, konsistensi dalam merawat menjadi pembeda.
“Merpati bagus kalau tidak dirawat ya percuma. Kunci itu di telaten,” ujarnya.
Harga Merpati di Tegal Bervariasi
Dari sisi ekonomi, harga burung merpati di Tegal cukup beragam, tergantung kualitas dan prestasi:
Merpati biasa: Rp50 ribu – Rp300 ribu
Merpati latih: Rp300 ribu – Rp2 juta
Merpati siap lomba: Rp2 juta – Rp10 juta
Merpati juara: Rp10 juta hingga ratusan juta rupiah
Bahkan, di kalangan penghobi, ada burung merpati yang nilainya bisa mencapai miliaran rupiah karena prestasi dan trah unggulan.
Balap merpati kini bukan sekadar permainan tradisional, tetapi telah menjadi bagian dari identitas budaya lokal di Tegal.
Meski demikian, sebagian pihak juga mengingatkan agar kegiatan ini tetap memperhatikan kesejahteraan hewan
serta menghindari praktik negatif seperti taruhan berlebihan.
Dengan komunitas yang terus berkembang dan minat masyarakat yang tinggi,
balap merpati diperkirakan akan tetap menjadi hiburan favorit warga Tegal .***













