Beritamerdeka.co.id — Fenomena alam unik yang membuat laut seolah “terbelah” kembali terjadi di wilayah Jindo, South Korea.
Peristiwa yang dikenal sebagai Jindo Sea Parting Festival ini setiap tahun menarik ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam momen tertentu, air laut di antara Pulau Jindo dan Pulau Modo surut secara ekstrem,
memperlihatkan jalur daratan sepanjang kurang lebih 2,8 kilometer dengan lebar mencapai puluhan meter.
Jalur tersebut dapat dilalui pejalan kaki selama beberapa waktu sebelum akhirnya kembali tertutup air laut.
Menurut penjelasan ilmiah, fenomena ini bukanlah kejadian mistis, melainkan hasil interaksi kompleks antara gravitasi Bulan dan Matahari,
serta kondisi geografis dasar laut setempat yang memicu surut maksimum (extreme low tide). Kombinasi faktor tersebut menyebabkan air laut mundur lebih jauh dari biasanya.
Pemerintah setempat menjadikan momen ini sebagai festival tahunan yang dilengkapi berbagai kegiatan budaya,
termasuk pertunjukan tradisional dan ritual lokal yang menambah daya tarik wisata.
Meski terlihat seperti “keajaiban alam”, para ahli menegaskan bahwa fenomena ini dapat dijelaskan secara ilmiah
dan hanya terjadi dalam waktu singkat. Setelah beberapa jam, air laut akan kembali naik dan menutup jalur tersebut.
Fenomena ini menjadi salah satu atraksi alam paling ikonik di Korea Selatan,
sekaligus menunjukkan bagaimana proses alam dapat menciptakan pemandangan yang tampak tidak biasa.
* Korea Tourism Organization
* Encyclopaedia Britannica (penjelasan pasang surut laut)
* National Oceanic and Atmospheric Administration (konsep pasang surut dan gravitasi) ***













