Beritamerdeka.co.id – Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Kodim 0712 Tegal mengikuti launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, melalui video conference, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala daerah se Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sedangkan untuk Kabupaten Tegal dipusatkan di KDKMP Desa Lumingser, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.
Acara launching di Kabupaten Tegal dihadiri langsung oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Machmud, Kepala OPD, serta sejumlah Perwira Kodim 0712/Tegal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tegal menyampaikan bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa, sekaligus memperkuat kemandirian dan kesejahteraan warga melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
“Tadi saya melihat persiapan dari KDKMP, untuk sarana dan prasarana sudah siap semua, secara umum bagus. Tentunya ini buat kebangkitan perekonomian masyarakat di Kabupaten Tegal,” ujar Ischak.
Bupati menambahkan, bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan, terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini.
“Pemerintah Kabupaten Tegal pun berkomitmen mendukung penuh pengembangan KDKMP agar dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono menegaskan dukungan TNI terhadap program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi desa.
“Untuk KDKMP di Kabupaten Tegal yang sudah siap diresmikan berjumlah 214. Untuk target launching terakhir nanti tanggal 17 Agustus 2026 bersamaan dengan HUT RI. Kalau yang sudah siap sarana prasarana maka langsung launching,” jelas Dandim.
Namun demikian, Letkol Inf Rachmat Ferdiantono menegaskan bahwa saat ini masih ada 61 desa masih belum siap karena berkaitan dengan permasalahan LSD (Lahan Sawah Dilindungi) dan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan).
“Ada beberapa desa juga yang tidak memiliki tanah bengkok, sehingga kami terus melakukan komunikasi dengan pemda untuk menyiapkan lahan agar pemerataan dan kemakmuran masyarakat semua sama,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan Dandim, pembangunan KDKMP minimal lahan yang dibutuhkan untuk bangunannya yaitu 600 meter persegi ditambah lahan parkir, sehingga apabila ada droping barang bisa masuk.
“Terkait makanisme permodalan, perekrutan dan operasional masih disusun regulasinya. Sedangkan dari kami, sesuai instruksi hanya proses pembangunannya saja,” terang Letkol Inf Rachmat Ferdiantono.
Sementara suasana launching kali ini berlangsung khidmat dan penuh antusias. Para peserta mengikuti rangkaian video conference nasional hingga selesai.***













