Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Pilihan EditorTeknologi

Motor Listrik Kehujanan Aman? Jangan Asal Terobos Banjir, Ini Batasnya

×

Motor Listrik Kehujanan Aman? Jangan Asal Terobos Banjir, Ini Batasnya

Sebarkan artikel ini
Motor listrik, amankah digunakan saat hujan (foto: shutterstock)

BERITAMERDEKA.CO.ID – Apakah motor listrik aman digunakan saat hujan? Pertanyaan ini masih sering muncul karena kendaraan listrik mengandalkan baterai, controller, dan berbagai komponen elektronik.

Namun, motor listrik yang dirancang untuk penggunaan di jalan raya umumnya telah memiliki perlindungan terhadap air sesuai spesifikasi produsennya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahkan pernah melakukan pengujian endurance motor hasil konversi kendaraan listrik sejauh 10.000 kilometer selama 48 hari. Pengujian mencakup berbagai kondisi, termasuk tanjakan, turunan, kemacetan, hujan, dan panas. Meski demikian, pengguna tetap perlu memahami batas kemampuan kendaraan.

Secara umum, motor listrik dapat digunakan saat hujan selama perlindungan terhadap air sesuai spesifikasi produsen.
Salah satu indikatornya adalah IP Rating (Ingress Protection) yang menunjukkan tingkat perlindungan komponen terhadap benda padat dan air.

ALVA, misalnya, menyebut baterai seluruh lini produknya memiliki sertifikasi IP67. Sementara Polytron pernah menyebut baterai Fox-R memiliki sertifikasi IPX67.

Namun, rating IP berlaku pada komponen dan kondisi pengujian tertentu. IP67 bukan berarti motor boleh direndam atau digunakan tanpa batas saat banjir.

Air hujan berupa tetesan dan cipratan berbeda dengan kondisi ketika motor menerobos genangan. Saat banjir, air dapat mencapai bagian kendaraan yang lebih rendah dengan paparan lebih besar.

Karena itu, motor yang aman digunakan saat hujan belum tentu aman melewati semua jenis genangan. Batas kemampuan menghadapi air juga berbeda pada setiap model dan harus mengacu pada petunjuk produsen.

Hal penting lainnya adalah charging port. Setelah terkena hujan atau dicuci, jangan langsung mengisi daya jika area konektor masih basah. Pastikan charging port benar-benar kering sebelum charger dipasang.
Pengguna juga perlu mengeringkan celah panel dan bagian lain yang berpotensi menyimpan air.

Motor listrik boleh dicuci, tetapi hindari mengarahkan pressure washer secara langsung ke komponen tertentu. Pastikan penutup komponen tertutup rapat dan keringkan kendaraan setelah dicuci.

Perhatian khusus perlu diberikan pada charging port, celah panel, serta bagian bawah motor yang banyak terkena cipratan air jalan.

Tidak perlu panik jika motor listrik terkena hujan. Setelah sampai:
1. Parkir di tempat aman dan tidak tergenang.
2. Keringkan bagian yang basah, terutama charging port.
3. Bersihkan lumpur atau kotoran pada bagian bawah motor.
4. Jika melewati genangan tinggi, perhatikan indikator peringatan atau gangguan tenaga.
5. Jika muncul masalah pada sistem kelistrikan, sebaiknya kendaraan diperiksa di bengkel resmi.

Pengendara sebaiknya menghindari genangan yang tidak diketahui kedalamannya. Selain berisiko terhadap kendaraan, genangan dapat menyembunyikan lubang, benda tajam, permukaan licin, hingga arus air yang membahayakan.

Kemampuan melewati genangan tidak bisa disamaratakan. Spesifikasi satu model motor listrik tidak otomatis berlaku untuk model lainnya.

Pengujian ESDM dalam kondisi hujan dan panas menunjukkan kendaraan listrik dapat diuji dalam berbagai kondisi. Namun, hal tersebut bukan berarti semua motor listrik aman digunakan untuk menerobos banjir.

Intinya, motor listrik pada dasarnya aman digunakan saat hujan selama sesuai spesifikasi produsen. Tetapi aman terkena hujan tidak berarti aman menerobos banjir. Pahami batas kendaraan dan pastikan charging port kering sebelum mengisi daya.***

*sumber: dari berbagai sumber