Beritamerdeka.co.id – Keberhasilan Kelompok Swadaya Masyarakat Randu Makmur yang mengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, terus mendapat pengakuan luas. Terbaru, perwakilan KSM dikirim ke Kamboja pada 30 September hingga 2 Oktober 2026 untuk berbagi praktik terbaik pengelolaan sampah di forum internasional.
Kehadiran Wahid, selaku Ketua KSM Randu Makmur, disambut sangat baik oleh para menteri dan pemangku kepentingan Kamboja. Ia berkesempatan berbagi pengalaman di hadapan lebih dari 1.000 peserta yang hadir dari berbagai negara. Sebuah kebanggaan yang membawa nama baik Kabupaten Banyumas dan Indonesia di kancah dunia.
Namun di balik pencapaian tersebut, ada kendala yang perlu diperhatikan. Wahid mengungkapkan dua hal yang menjadi sorotan:
Pertama, biaya perjalanan ditanggung sendiri. Hingga saat ini, uang saku belum diterima. Seluruh biaya, mulai dari pembuatan paspor hingga tiket perjalanan, dibiayai secara pribadi dengan total mendekati Rp5.000.000. Sementara biaya akomodasi selama di sana telah ditanggung oleh pihak pengundang. Harapannya, jika pihak pengundang belum dapat menutupi biaya lainnya, pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup atau instansi terkait dapat memberikan dukungan yang layak.
Kedua, tantangan di perjalanan. Saat itu pemerintah Kamboja baru saja menyelesaikan operasi pemberantasan geng mafia, sehingga pengawasan di imigrasi sangat ketat. Berbagai aturan diberlakukan secara ketat, termasuk larangan merokok yang berlaku penuh selama kunjungan.
“Membawa nama bangsa dan daerah itu sebuah kehormatan. Namun dukungan yang layak juga sangat diperlukan agar semangat perwakilan daerah tetap terjaga ke depannya,” ujar Wahid saat ditemui di Kedungrandu Sabtu 10/10.
Semoga ke depan, setiap warga yang mengharumkan nama daerah dapat didukung dengan fasilitas yang memadai, sehingga fokus utama adalah memaksimalkan manfaat kunjungan, bukan memikirkan beban biaya sendiri.***















