BERITAMERDEKA.CO.ID – Upaya mencegah perundungan (bullying) di lingkungan sekolah terus diperkuat. Kali ini, Polsek Adiwerna, Polres Tegal, turun langsung memberikan pembinaan karakter, kedisiplinan, dan edukasi antiperundungan kepada 368 siswa SD Muhammadiyah Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, pada Senin (12/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda sejak dini, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Hadir dalam kegiatan itu Kapolsek Adiwerna AKP S. Ibnu Akbar, Kepala SD Muhammadiyah Pesarean Idah Farida, Kanit Binmas Aiptu Lukito, Kanit Intel Aiptu Mulyono, KSPK Aiptu Ali R., serta para guru dan staf sekolah.
Dalam pembinaannya, personel Polsek Adiwerna mengajak para siswa memahami pentingnya karakter yang baik, kedisiplinan, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif perundungan, yang tidak hanya dapat melukai perasaan korban, tetapi juga mengganggu kenyamanan dan proses belajar di sekolah.
Polisi mengingatkan bahwa setiap siswa harus mampu menjaga perkataan dan perilaku, menghargai perbedaan, serta menjalin pertemanan yang sehat tanpa mengejek, merendahkan, mengucilkan, ataupun menyakiti teman.
Tak kalah penting, para siswa diimbau agar tidak takut berbicara apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan. Mereka diminta segera menyampaikan kejadian tersebut kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya agar dapat ditangani secara tepat.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo melalui jajaran Polsek Adiwerna mendukung upaya pembinaan generasi muda melalui edukasi yang menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Pembinaan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan. Sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah dinilai penting untuk membangun lingkungan belajar yang tertib, aman, serta ramah anak.
Melalui kegiatan ini, Polsek Adiwerna berharap 368 siswa SD Muhammadiyah Pesarean tidak hanya memahami bahaya perundungan, tetapi juga mampu menerapkan sikap disiplin, saling menghargai, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan penanaman karakter sejak dini, sekolah diharapkan menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, dan meraih cita-cita tanpa rasa takut menjadi korban perundungan.***















