Scroll untuk baca berita
Tni Polri

Bukan Sekadar Markas TNI, Yonif TP di Kabupaten Tegal Digadang Jadi Penggerak Ekonomi Baru

×

Bukan Sekadar Markas TNI, Yonif TP di Kabupaten Tegal Digadang Jadi Penggerak Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat didampingi Dandim 0712 Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono saat meninjau lokasi yang akan menjadi markas Yonif TP di Desa Harjasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal (Ade W/beritamerdeka.co.id)

Beritamerdeka.co.id – Kabupaten Tegal bersiap memasuki babak baru. Sebuah proyek strategis yang menggabungkan kekuatan pertahanan dan pembangunan ekonomi akan segera diwujudkan melalui pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Harjasari, Kecamatan Suradadi.

Untuk memastikan kesiapan proyek tersebut, Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat turun langsung meninjau lokasi yang akan menjadi markas satuan baru tersebut, Senin (22/6/2026).

Kedatangan Pangdam bersama rombongan menjadi perhatian warga. Helikopter yang membawanya mendarat di lapangan Desa Talok Kecamatan Pangkah, menciptakan suasana berbeda.

Banyak warga berbondong-bondong menyaksikan momen langka tersebut sebelum rombongan bergerak menuju lokasi pembangunan di Desa Harjasari.

Di sela peninjauan, Pangdam menjelaskan bahwa lahan seluas lebih dari 51 hektare yang sebelumnya merupakan kawasan milik Perhutani telah melalui proses koordinasi lintas instansi dan dinyatakan layak untuk pembangunan Yonif TP.

“Lahan seluas 51 hektare lebih ini semula milik Perhutani dan semua sudah terkoordinasi sehingga lokasi ini layak dibangun TP Batalyon yang rencananya akan dihuni 1.500 personel,” tegas Pangdam.

Menurutnya, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, sekitar 500 personel akan ditempatkan lebih dahulu sambil menunggu pembangunan fasilitas utama rampung.

“Untuk tahap pertama sekitar 500 personel akan ditempatkan sementara di Pangkah selama pembangunan berlangsung. Setelah itu dilanjutkan tahap kedua dan ketiga hingga kapasitas penuh,” ujarnya.

Peninjauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi geografis lahan, akses menuju lokasi, hingga kesiapan area yang akan digunakan sebagai fasilitas utama maupun pendukung.

Pangdam menegaskan seluruh proses harus direncanakan secara matang agar pembangunan berjalan sesuai target dan kebutuhan operasional satuan.

Selain meninjau lokasi utama di Harjasari, rombongan juga mengecek kawasan PG Pangka yang nantinya akan difungsikan sebagai tempat penampungan awal bagi ratusan personel sebelum markas utama selesai dibangun.

Namun, proyek ini bukan sekadar pembangunan markas militer. Pangdam menegaskan Yonif TP mengusung konsep teritorial pembangunan yang tidak hanya berfungsi memperkuat pertahanan negara, tetapi juga mendorong percepatan pembangunan daerah.

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.

“Kunci keberhasilan pembangunan ini adalah sinergi. TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat harus berjalan bersama,” kata Pangdam.

Keberadaan sekitar 1.500 personel TNI di kawasan tersebut diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Aktivitas perdagangan, kebutuhan logistik, sektor jasa, hingga peluang kerja baru bagi masyarakat diyakini akan tumbuh seiring beroperasinya batalyon tersebut.

“Harapannya tentu bisa membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian warga masyarakat di Kabupaten Tegal,” tandasnya.

Dari sisi strategis, pembangunan Yonif TP juga dinilai akan memperkuat sistem pertahanan di wilayah barat Jawa Tengah.

Posisi geografis Kabupaten Tegal yang cukup penting menjadikan kehadiran satuan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan pertahanan sekaligus mempertegas kehadiran negara di tengah masyarakat.

Peninjauan yang dilakukan Pangdam IV/Diponegoro menjadi langkah awal dimulainya proyek besar yang berpotensi mengubah wajah kawasan Harjasari, Suradadi, Kabupaten Tegal.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, wilayah tersebut tidak hanya menjadi pusat kekuatan pertahanan baru, tetapi juga bertransformasi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Tegal.***