BERITAMERDEKA.CO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Slawi terus mematangkan persiapan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Untuk memastikan seluruh fasilitas siap digunakan, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Lapas Kelas IIB Slawi, Adi Purnama, bersama jajaran turun langsung melakukan pengecekan menyeluruh sebelum dapur resmi beroperasi.
Pengecekan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, sekaligus menjamin proses pengolahan dan penyajian makanan nantinya dapat berjalan sesuai standar kebersihan, keamanan pangan, serta ketentuan yang berlaku.
Dalam peninjauan itu, Adi Purnama bersama jajaran memeriksa sejumlah aspek, mulai dari kondisi area dapur, kebersihan lingkungan, kelengkapan peralatan, hingga kesiapan fasilitas penunjang operasional.
Setiap bagian ditinjau secara langsung guna memastikan tidak ada aspek penting yang terlewat menjelang dimulainya kegiatan.
Selain memastikan kesiapan fasilitas, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan yang masih perlu dibenahi. Dengan demikian, setiap kendala dapat segera ditindaklanjuti sehingga operasional dapur SPPG nantinya dapat berjalan lebih optimal.
Kebersihan dan keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam persiapan tersebut. Pasalnya, pengelolaan makanan membutuhkan penerapan standar higienitas yang konsisten, mulai dari kesiapan tempat, penggunaan peralatan, hingga pelaksanaan prosedur pengolahan dan penyajian makanan.
Tak hanya mengandalkan kelengkapan sarana, kedisiplinan petugas dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) juga menjadi faktor penting dalam menunjang kelancaran kegiatan. Karena itu, seluruh aspek persiapan terus dicermati agar pelaksanaan program dapat berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan.
Kasubbag TU Lapas Kelas IIB Slawi, Adi Purnama, menegaskan bahwa pengecekan langsung sebelum operasional merupakan bagian penting dari upaya memastikan kesiapan dapur SPPG secara menyeluruh.
“Melalui pemeriksaan ini, berbagai hal yang masih perlu disempurnakan dapat segera ditindaklanjuti. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan kendala saat operasional dimulai sekaligus mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi secara optimal,” ujar Adi.
Upaya pematangan persiapan ini sekaligus menunjukkan komitmen Lapas Kelas IIB Slawi dalam mendukung program pemenuhan gizi melalui penyediaan fasilitas yang memadai, pengelolaan yang terencana, serta koordinasi ant jajaran.
Dengan pengecekan secara langsung, Lapas Kelas IIB Slawi berharap dapur SPPG benar-benar siap beroperasi dan mampu mendukung pelaksanaan program secara efektif, higienis, serta berkelanjutan.
Kesiapan tersebut menjadi fondasi penting agar operasional dapur tidak sekadar berjalan, tetapi juga mengedepankan kualitas pelayanan, kebersihan, dan keamanan pangan sesuai standar yang telah ditetapkan.***















