Beritamerdeka.co.id – Salah satu Panitia Pusat persiapan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), Irwan Santoso, menyambangi Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya,no 164 Jakarta Pusat, pada Kamis, 16 April 2026. Kedatangannya yang didampingi NU Kultural, Moh Aminudin Azis, bertujuan untuk menjalankan amanah para kyai sepuh dalam menyukseskan gelaran Muktamar ke-35.
Irwan mengungkapkan bahwa dirinya membawa mandat dari sejumlah tokoh, di antaranya Kyai Muzahid (JQHNU) dan Kyai Zaini Yusuf, untuk mulai mensosialisasikan figur-figur calon Ketua Umum PBNU kepada warga nahdliyin dan masyarakat umum.
”Misi kami adalah memperkenalkan siapa saja yang akan maju dalam kontestasi nanti, agar warga NU dan masyarakat luas mengetahui profil calon pemimpin mereka,” ujar Irwan.
Irwan Santoso Apresiasi Pergelaran Kirab Budaya Partai Solidaritas Indonesia di Kota Tegal

Muktamar NU rencananya akan digelar dJawa Timur, pada Agustus 2026. Sebagai forum tertinggi organisasi, Muktamar kali ini memiliki agenda krusial:
* Pemilihan Pemimpin: Memilih Rais Aam melalui sistem AHWA dan Ketua Umum Tanfidziyah untuk periode 2026–2031.
* Isu Strategis: Membahas kedaulatan agraria, ekonomi kerakyatan, hingga etika teknologi baru dalam sesi Bahtsul Masail.
* Transformasi Organisasi: Mengevaluasi program “Digdaya NU” dan penguatan basis ekonomi pesantren di abad kedua NU.
Irwan menegaskan kehadirannya di kepanitiaan pusat merupakan bentuk kontribusi sebagai keluarga besar NU demi kelancaran transisi kepemimpinan dan keberlanjutan organisasi ke depan.













