Beritamerdeka.co.id – Universitas Bima Sakapenta (Ubisa) Tegal kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Sebanyak 11 mahasiswa Ubisa resmi dilepas untuk mengikuti Program Internship International (magang internasional) ke Taiwan.
Acara pelepasan Program Internship International dipimpin langsung oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, di Pringgitan Rumah Dinas Wali Kota Tegal pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyambut hangat dan memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis yang diambil oleh Ubisa. Menurutnya, program magang luar negeri ini merupakan sebuah terobosan penting dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Tegal.

”Saya sangat menyambut baik dan mengapresiasi terobosan yang dilakukan Universitas Bima Sakapenta,” ujar Dedy Yon saat berdialog dengan rombongan Ubisa.
Hadir mendampingi 11 mahasiswa tersebut jajaran pimpinan Ubisa dan pihak yayasan, antara lain Ketua Yayasan Pendidikan Bima Sakapenta Khafdilah MS., S.Kom, S.H., M.H., Rektor Ubisa Drs. Agus Suprihadi, M.T., Wakil Rektor 2 Dra. Surtiati, M.Pd., perwakilan dosen Muamar Riza Pahlevi, M.H., Kepala Biro Kerjasama dan Urusan Internasional Ulul Absor, S.E., M.M., Sekretaris Biro Ulfia Eka P., B.A., serta Kepala Humas Moh. Sya’bani, S.Kom., M.Ds.
Perkembangan Program dan Dukungan Mitra
Dalam presentasinya, Rektor Ubisa Agus Suprihadi memaparkan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa lewat pengalaman kerja langsung di iklim internasional, memperluas jejaring, serta memperkuat kemampuan bahasa asing.

Hingga saat ini, perkembangan program magang internasional Ubisa mencatat progres yang sangat positif dengan rincian data sebagai berikut:
* Total Nominasi: 34 Mahasiswa
* Lolos Wawancara: 24 Mahasiswa
* Sudah Diberangkatkan: 1 Mahasiswa (telah memulai magang)
* Akan Diberangkatkan: 11 Mahasiswa (gelombang kali ini)
* Proses Suhan (Izin Tinggal): 8 Mahasiswa
* Proses Kelengkapan Administrasi: 4 Mahasiswa
Keberhasilan program ini tidak lepas dari fasilitasi Tommy Wijaya selaku CEO PT. Sampeang Alifid Mandiri dan CEO PT. Tomara Jaya Perkasa. Perusahaan mitra tersebut berperan penting dalam menjembatani kerja sama dengan korporasi di luar negeri, sekaligus mendampingi mahasiswa dari proses seleksi hingga penempatan kerja.

Pembekalan Bahasa dan Rekognisi Akademik
Untuk memastikan daya saing di Taiwan, para mahasiswa diwajibkan memenuhi standar bahasa yang ketat. Sebelum berangkat, mereka harus mencapai skor minimal TOEIC 376 sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris dasar. Tidak hanya itu, mereka juga dibekali dengan pembelajaran bahasa Mandarin untuk kelancaran komunikasi sehari-hari dan aktivitas kerja.
Menariknya, program magang ini bukan sekadar pengalaman kerja, melainkan bagian integral dari perkuliahan yang mendapatkan rekognisi (pengakuan) akademik resmi dari Ubisa. Bentuk rekognisi tersebut meliputi:
1. Konversi Mata Kuliah: Aktivitas magang disetarakan dengan mata kuliah yang relevan.

2. Pengakuan SKS: Diakui sebagai pemenuhan beban belajar resmi.
3. Pengakuan Kompetensi: Penilaian terhadap hard skills dan soft skills yang didapat.
4. Portofolio Internasional: Pengalaman internasional penguat Curriculum Vitae (CV).
5. Sertifikasi Resmi: Dokumen evaluasi kinerja dan sertifikat dari perusahaan mitra luar negeri.
Ke depan, Ubisa berkomitmen untuk terus mengoptimalkan sistem rekognisi ini, memperkuat koordinasi dengan mitra global, serta melanjutkan pendampingan intensif bagi gelombang mahasiswa berikutnya yang saat ini masih dalam tahap pengurusan dokumen. ***













