Beritamerdeka.co.id – Proses pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat demokrasi.
Pemilihan yang dilaksanakan menggunakan sistem per wilayah Rukun Warga (RW) tersebut menjadi ajang penting bagi masyarakat dalam menentukan wakil yang akan mengemban amanah selama masa jabatan mendatang.
Pemilihan BPD kali ini melibatkan unsur masyarakat dari berbagai wilayah desa dan menjadi momentum strategis dalam memilih figur yang akan menjalankan fungsi pengawasan, menyalurkan aspirasi warga, serta menjadi mitra kerja Pemerintah Desa Pesarean.
Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Pesarean, Tasripin, mengatakan seluruh tahapan pemilihan mulai dari pendaftaran, verifikasi administrasi hingga proses pemungutan suara berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saat ini masih dalam tahapan pemilihan di tingkat RW. Hasilnya akan direkapitulasi di tingkat desa, kemudian dilaporkan ke kecamatan pada akhir Juni nanti,” ujar Tasripin, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, sebanyak 19 calon mengikuti proses seleksi untuk memperebutkan kursi BPD yang mewakili RW 1 hingga RW 8 di Desa Pesarean.
Menurutnya, panitia berupaya menjaga transparansi sejak awal dengan melakukan sosialisasi secara luas melalui RT, RW, masjid, papan pengumuman hingga pemasangan banner di titik strategis desa.
“Kami berusaha membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang berminat menjadi anggota BPD agar dapat mengikuti proses pendaftaran,” ungkapnya.

Terkait teknis pelaksanaan pemilihan, panitia memberikan keleluasaan kepada para calon bersama Ketua RW dan Ketua RT untuk menentukan waktu pelaksanaan di wilayah masing-masing demi menjaga ketertiban dan kelancaran proses pemilihan.
Tasripin menegaskan, calon yang tidak hadir saat pemilihan berlangsung dinyatakan gugur. Oleh karena itu, penentuan jadwal dilakukan berdasarkan hasil koordinasi bersama antara calon, Ketua RW, dan Ketua RT setempat.
Menariknya, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan BPD kali ini mencapai 100 persen. Para pemilih terdiri dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh profesi, serta perwakilan masyarakat penerima bantuan sosial seperti BLT dan BPNT.
“Sesuai aturan yang berlaku, peserta pemilih terdiri dari Ketua RT dan Ketua RW, ditambah lima orang perwakilan masyarakat yang ditetapkan panitia, yakni tiga laki-laki dan dua perempuan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pesarean, Sujono, memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif sehingga pelaksanaan pemilihan dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif.
“BPD yang terpilih nantinya diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, menjadi mitra pemerintah desa dalam menyerap serta memperjuangkan aspirasi masyarakat,” kata Sujono.
Ia menambahkan, sembilan anggota BPD yang nantinya terpilih diharapkan lebih aktif dalam menjalankan tugas karena saat ini telah tersedia kantor BPD sebagai sarana koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah desa.
“Kami berharap anggota BPD yang terpilih benar-benar aktif dan mampu mengemban amanah masyarakat. Peran BPD sangat penting dalam mewakili aspirasi warga dari 39 RT yang ada di Desa Pesarean,” pungkasnya.***













