Beritamerdeka.co.id – Suasana Balai Kota Tegal tampak berbeda pada Selasa, 28 April 2025 malam. Ribuan pecinta otomotif, khususnya pengendara Vespa atau yang akrab disapa skuteris, memadati area pusat pemerintahan tersebut sejak sore hari. Kehadiran mereka bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengikuti ajang “Vespanan Karo Gus Iqdam”.
Acara Vespanan Karo Gus Iqdam ini menjadi magnet luar biasa karena menghadirkan pendakwah kondang, Gus Iqdam, yang dikenal akrab dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas motor. Tidak sekadar berkumpul, para skuteris ini melakukan rolling city atau berkendara bersama berkeliling jalanan protokol Kota Tegal.
Tokoh Penting Turut Melantai
Gus Iqdam tidak sendirian di barisan depan. Ia tampak membaur dengan sejumlah tokoh publik dan pejabat daerah yang juga antusias menunggangi Vespa mereka. Beberapa tokoh yang terlihat dalam rombongan antara lain:
MNCTV dan Pemkot Tegal Sukses Besar Gelar Puncak Acara RTKR Road to Kilau Raya

– Dedy Yon Supriyono (Wali Kota Tegal)
– Ischak Maulana Rohman (Bupati Tegal)
– Tazkiyatul Muthmainnah (Wakil Wali Kota Tegal)
– AKBP Heru Antariksa Cahya (Kapolres Tegal Kota)
– Hoho Alkaf (Kades Purwasaba Banjarnegara yang viral dengan tatonya)
– Limbad (Pesulap nasional asal Tegal)
Rute Membelah Kota
Rombongan besar ini dilepas dari titik start di Balai Kota Tegal saat senja mulai menyapa. Deru mesin kanan yang khas mengiringi perjalanan mereka melintasi rute-rute strategis di “Kota Bahari”.
Berikut adalah jalur yang ditempuh ribuan skuteris tersebut:

1. Start: Balai Kota Tegal
2. Jl. Diponegoro – Jl. Ahmad Yani
3. Jl. Veteran – Jl. Pemuda
4. Jl. Gajah Mada – Jl. Mayjen Sutoyo
5. Simpang Maya – Jl. Kapten Sudibyo
6. Jl. Gatot Subroto
7. Finish: Cafe Njajan
Sepanjang perjalanan, warga Kota Tegal tampak antusias memadati pinggir jalan untuk melihat iring-iringan unik ini. Tidak sedikit warga yang melambaikan tangan saat Gus Iqdam dan rombongan melintas.
Simbol Kebersamaan
Kegiatan “Vespanan Karo Gus Iqdam” ini tidak hanya menjadi ajang pamer unit motor klasik maupun modern, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi lintas daerah. Peserta yang hadir diketahui tidak hanya berasal dari wilayah Tegal Raya saja, namun juga banyak yang datang dari luar kota demi bisa berkendara bersama sang ulama idola.

Acara ditutup dengan suasana hangat di titik finish Cafe Njajan, di mana para peserta beristirahat sembari menikmati suasana kebersamaan yang jarang terjadi dalam skala sebesar ini di Kota Tegal. ***













