Scroll untuk baca berita
Pendidikan

Belajar Jadi Penolong Sejak Dini, Siswa SD Muhammadiyah Slawi Praktik Kesiapsiagaan Bencana di PMI

×

Belajar Jadi Penolong Sejak Dini, Siswa SD Muhammadiyah Slawi Praktik Kesiapsiagaan Bencana di PMI

Sebarkan artikel ini

Beritamerdeka.co.id – Sebanyak 43 peserta didik kelas 2 SD Muhammadiyah Slawi bersama dua guru pendamping mengikuti kegiatan Outing Class edukatif ke PMI Kabupaten Tegal, Rabu 13 Mei 2026.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung mengenai kesiapsiagaan bencana, kepedulian sosial, serta pentingnya menjaga kesehatan masyarakat sejak usia dini.

Dalam sesi pertama, para siswa mendapatkan edukasi tentang pengurangan risiko bahaya akibat sampah.

Petugas PMI menjelaskan pentingnya memilah sampah, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah sederhana namun penting dalam mencegah berbagai masalah kesehatan dan bencana lingkungan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi donor darah dan kunjungan ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tegal.

Meski para siswa belum cukup usia untuk menjadi pendonor, materi tersebut diberikan untuk menanamkan nilai kepedulian terhadap sesama serta memperkenalkan pentingnya donor darah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai berbagai layanan sosial dan penanganan bencana yang dilakukan PMI.

Petugas memperkenalkan peran aktif PMI dalam membantu korban bencana alam, memberikan penyuluhan kesehatan, hingga pelayanan kemanusiaan lainnya.

Melalui sesi ini, siswa diajak memahami pentingnya semangat gotong royong dan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Momen paling menarik sekaligus paling antusias bagi para siswa terjadi saat praktik pemadaman api menggunakan cara tradisional dengan karung goni.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dilatih keberanian serta keterampilan dasar menghadapi situasi darurat.

Kegiatan Outing Class ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang peduli lingkungan, tanggap bencana, serta memiliki jiwa sosial dan kemanusiaan sejak dini.***