Beritamerdeka.co.id — Halaman GOR Wisanggeni, Kota Tegal, berubah menjadi lautan tawa ceria dan warna-warni keceriaan pada Kamis (3/9/2026). Sebanyak 1.000 anak usia dini tampak begitu antusias mengikuti rangkaian kegiatan Gebyar Prasiaga Gembira Tahun 2026, yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal.
Sambil melompat riang mengikuti senam bersama, anak-anak dengan penuh semangat menjajal berbagai permainan tradisional. Mulai dari keasyikan bermain engklek, ketangkasan melompati tali, keseruan estafet bakiak, hingga kelucuan saat berlomba menyusun menara sandal.
Gelak tawa dan teriakan gembira mereka memecah suasana, menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dalam balutan dunia anak yang penuh warna.
Namun, di balik semaraknya arena bermain, terselip sebuah momen yang menyedot perhatian dan air mata emosional seluruh yang hadir.
Di sela-sela acara, sebuah kejutan tak terduga dipersiapkan untuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal, Dewi Umaroh, yang tengah berulang tahun.
Suasana riuh seketika berubah menjadi syahdu ketika alunan lagu “Selamat Ulang Tahun” berkumandang menggema di halaman GOR. Sontak, langkah Dewi Umaroh terhenti. Wajahnya yang biasa tegas dalam mengawal dunia pendidikan tampak menyunggingkan senyum baru, disusul linangan air mata haru yang tak mampu lagi ia bendung.
Puncak keharuan terjadi saat istri Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono sekaligus Bunda PAUD Kota Tegal, Gadis Sephi Febriana Dedy Yon, melangkah mendekat dan merengkuh tubuh Dewi Umaroh dalam sebuah pelukan hangat yang begitu erat.
Diiringi tepuk tangan meriah dari para guru, orang tua, dan ribuan anak-anak, momen penuh cinta itu menjadi potret ketulusan persahabatan dan dedikasi dalam membangun generasi masa depan Kota Tegal.
Tak hanya itu, sebuah kado istimewa berupa lukisan potret wajah indah dirinya turut dipersembahkan, menyempurnakan kebahagiaan di hari spesial tersebut.
Usai momen mengharukan tersebut, Gadis Sephi Febriana Dedy Yon melanjutkan langkahnya dengan penuh kehangatan. Didampingi Dewi Umaroh, ia menyusuri satu per satu mading hasil karya peserta. Dengan telaten, Gadis mengamati detail kreativitas anak-anak, memberikan senyuman, dan menyapa para guru serta orang tua yang mendampingi.
”Semua itu harus diberikan dengan cara menyenangkan. Anak-anak harus merasa sedang bermain, tetapi sesungguhnya mereka sedang belajar banyak hal,” ungkap Gadis di sela peninjauannya.
Sebelumnya, Gadis menekankan bahwa masa usia dini merupakan periode emas pembentukan karakter, mulai dari rasa percaya diri, kemandirian, hingga nilai kebaikan.
Melalui pendekatan learning by playing, kegiatan yang diselenggarakan oleh Disdikbud Kota Tegal bersama IGTKI, HIMPAUDI, dan IGABA ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi anak-anak sebelum melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Menutup rangkaian kegiatan penuh kesan tersebut, sebuah pesan mendalam dititipkan kepada anak-anak tercinta:
“Menyayangi orang tua, menghormati guru, menyayangi teman, rajin belajar, berani mencoba, dan jangan takut bermimpi. Karena masa depan Kota Tegal ada di tangan kalian,” pungkas Gadis.***















