Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Pilihan EditorRegional

Dinilai Tak Punya Kepekaan Sosial, PKS Kritik Keras Sikap Pemkot Tegal

×

Dinilai Tak Punya Kepekaan Sosial, PKS Kritik Keras Sikap Pemkot Tegal

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurrohman kritik tajam sikap Pemkot Tegal yang kurang memiliki kepekaan sosial.

Beritamerdeka.co.id – Suasana menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Tegal tahun ini menyisakan nada minor dari kalangan legislatif. Di saat umat Islam bersiap memperingati hari kelahiran sang teladan, ruang publik di Kota Bahari justru dinilai lebih bising oleh promosi tempat hiburan malam.

​Kritik tajam tersebut dilayangkan oleh Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohma melalui pernyataan tertulisnya pada Senin, 24 Agustus 2026.

Ia menyayangkan minimnya perhatian dan kehadiran Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal dalam memuliakan momen penting keagamaan ini.

Zaenal Nurrohman, Ketua DPD PKS Kota Tegal

​”Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW serta memperkuat persatuan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat,” tegas Zaenal.

​Kekecewaan PKS Kota Tegal kian menebal ketika masyarakat justru disuguhi promosi masif ajang olahraga yang disokong oleh industri hiburan malam.

Kegiatan turnamen sepak bola yang melibatkan pertandingan ekshibisi antar-tempat hiburan malam (Helen’s Night Mart melawwn Billiard 101 – red) mendominasi perhatian publik.

Isu Helen’s Night Mart Tegal Hingga Siapa Pegang Kendali Izin Hiburan Malam

​Fenomena ini, menurut Zaenal, memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai arah kebijakan Pemkot Tegal. Keberpihakan pemerintah daerah terhadap identitas Kota Tegal yang religius dan berbudaya kini dipertanyakan.

​Meski demikian, PKS menegaskan tidak bersikap antipati terhadap aktivitas bisnis yang berjalan sesuai koridor hukum. Namun, alokasi ruang publik dan fokus perhatian pemerintah dinilai harus memiliki prioritas yang jelas.

​Zaenal mendesak Pemkot Tegal untuk hadir lebih nyata dalam menyemarakkan hari-hari besar keagamaan. Dukungan tersebut tidak hanya diukur dari anggaran, tetapi juga melalui aksi konkret seperti:

* ​Menggelar acara keagamaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

* ​Menampilkan nuansa peringatan hari besar Islam di pusat-pusat keramaian kota.

* ​Memastikan kemajuan ekonomi tidak menggerus nilai moral dan tradisi lokal.

​”Jangan sampai ruang publik lebih didominasi promosi aktivitas komersial yang berpotensi menggeser perhatian dari momen keagamaan yang bermakna besar bagi warga,” tambah Zaenal.

​Menutup pernyataannya, Zaenal berharap semangat Maulid Nabi dapat menjadi cermin bagi para pemangku kebijakan di Kota Tegal.

Pembangunan ekonomi, tegasnya, harus berjalan beriringan dengan penguatan akhlak agar Kota Tegal tumbuh menjadi kota yang tidak hanya maju, tetapi juga religius, berbudaya, dan bermartabat. (*)