Scroll untuk baca berita
Pilihan EditorRegional

Jejak Sunyi Sang Pamong Sejati, Selamat Jalan Inspektur Kota Tegal Budi Hartono

×

Jejak Sunyi Sang Pamong Sejati, Selamat Jalan Inspektur Kota Tegal Budi Hartono

Sebarkan artikel ini
Almarhum H. Budi Hartono, S.H.,M.H

Beritamerdeka.co.id – Takdir senantiasa menyimpan rahasia paling sunyi. Ketika tugas bumi telah usai ditunaikan dengan tulus, senja pun memanggil pulang seorang hamba yang setia. Kota Tegal berduka; angin pesisir seolah tertahan menghembuskan napas pilu melepas kepergian salah satu putra terbaiknya. Inspektur Kota Tegal, Budi Hartono, berpulang ke rahmatullah pada usia 58 tahun di Semarang, meninggalkan jejak pengabdian yang tak lekang oleh waktu.

​Suasana haru menyelimuti pelepasan jenazah almarhum di rumah duka, Jalan Sugriwa, Kelurahan Slerok, Kota Tegal. Tangis samar dan doa yang dilangitkan para pelayat mengiringi langkah terakhir sosok pamong yang dikenal teduh dan berintegritas tersebut.

​Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, hadir secara langsung melepas keberangkatan almarhum menuju peristirahatan terakhir. Hadir pula Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro bersama jajaran anggota dewan, Sekretaris Daerah Agus Dwi Sulistyantono, para kepala OPD di lingkungan Pemkot Tegal, serta rekan sejawat inspektur dari daerah tetangga.

Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, S.H.,M.M saat melepas jenazah

​”Atas nama Pemerintah Kota Tegal dan masyarakat, kami menyatakan duka yang mendalam atas meninggalnya almarhum Bapak Haji Budi Hartono. Mudah-mudahan beliau meninggal dalam keadaan husnul khatimah, seluruh amal ibadah dan kebaikannya diterima di sisi Allah SWT,” tutur Dedy Yon dengan suara bergetar.

​Di hadapan keluarga yang ditinggalkan—ibunda tercinta Hj. Kastri, sang istri Trisnawati, serta kedua buah hatinya – Dedy Yon merenungkan hakikat kehidupan yang fana.

​”Setiap awal pasti ada akhir. Di setiap pertemuan pasti ada perpisahan, dan di setiap kehidupan pasti ada kematian. Kita semua hanya menunggu giliran waktu. Terima kasih atas puluhan tahun pengabdian almarhum bagi bangsa, negara, dan seluruh warga Kota Tegal,” tambahnya.

​Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasinya, pada prosesi tersebut turut diserahkan hak Taspen serta dokumen kependudukan kepada pihak keluarga.

Jejak Panjang Pengabdian Panjang Sang Pamong

​Perjalanan almarhum di arena birokrasi bukanlah kisah yang diukir dalam semalam. Mengawali langkah sebagai Staf Bagian Sosial pada 1 Maret 1989, almarhum meniti tangga karier dengan ketelitian dan ketulusan. Kepercayaan demi kepercayaan terus diembannya lewat berbagai posisi strategis:

* ​Staf Bagian Sosial: 1 Maret 1989
* ​Kasubbag Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan: 1 Desember 1999
* ​Kasubbag POR & Pemberdayaan Perempuan Bagian Sosial: 8 Desember 2003
* ​Kasubbag Administrasi Pertanahan Bagian Pemerintahan Setda: 7 September 2005
* ​Sekretaris Kecamatan Tegal Barat: 9 Juli 2007 & 31 Desember 2008
* ​Kabid Pasar Diskop, UMKM, Perindag: 1 November 2010
* ​Kabag Hukum dan Organisasi Setda: 20 Maret 2012
* ​Sekretaris Dinhubkominfo: 24 Desember 2014
* ​Sekretaris Dinas Perhubungan: 27 Desember 2016
* ​Kepala Bagian Hukum Setda: 12 Februari 2018
* ​Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan: 8 Juli 2020
* ​Inspektur Kota Tegal: 1 November 2023 (Puncak Pengabdian)

Dedy Yon Umumkan, Insentif Guru Madrasah, TPQ, dan Pesantren Kota Tegal 2026 Naik Rp2,2 Juta

​Almarhum mengakhiri masa bakti dunianya saat memegang amanah tertinggi sebagai benteng pengawasan daerah. Ia meninggalkan seorang istri, Trisnawati – yang juga mengabdi sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tegal – serta dua orang putra, Dicky Adhyaksa Hartono dan Dimas Adjie Wahyu Hartono.

​Selamat jalan, Pak Budi. Pena pengabdianmu telah diangkat, lembarannya telah kering, namun kebaikan dan keteladanan yang engkau tanam akan terus bersemi di bumi Kota Bahari. (*)