Beritamerdeka.co.id – Penanaman pohon mangrove serentak tahun 2026 berlangsung di Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, unsur Forkompimda, Forkopimcam, Pemerintah Desa Kedungkelor, serta jajaran Kodim 0712/Tegal.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kedungkelor, Adi Warnoto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kodim 0712/Tegal yang telah memprakarsai kegiatan penanaman mangrove di wilayah desanya.
Menurut Adi Warnoto, program penanaman mangrove memiliki nilai strategis karena kondisi geografis Desa Kedungkelor merupakan kawasan pesisir yang didominasi area tambak dan sangat bergantung pada keseimbangan lingkungan pantai.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Kedungkelor dan masyarakat menyampaikan terima kasih serta apresiasi setinggi-tingginya kepada Kodim 0712 Tegal yang telah memprakarsai kegiatan penanaman mangrove ini. Bagi kami, kegiatan ini sangat penting karena Desa Kedungkelor merupakan wilayah pesisir dengan hamparan tambak yang cukup luas, sehingga keberadaan mangrove memiliki fungsi besar dalam menjaga ekosistem pantai,” ujar Adi Warnoto.
Ia menjelaskan, secara geografis Desa Kedungkelor berada di kawasan pesisir utara Kabupaten Tegal yang rentan terhadap abrasi, terpaan angin laut, serta perubahan kondisi lingkungan yang dapat berdampak langsung terhadap aktivitas tambak dan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan mangrove menjadi benteng alami yang mampu menahan abrasi pantai, menjaga kestabilan tanah pesisir, sekaligus mendukung keberlangsungan sektor tambak yang menjadi sumber penghidupan sebagian warga.
“Wilayah kami sebagian besar merupakan area tambak yang menjadi mata pencaharian masyarakat. Karena itu, mangrove bukan sekadar tanaman penghijauan, tetapi juga pelindung alami bagi kawasan tambak dan garis pantai. Jika pesisir terjaga, maka aktivitas ekonomi masyarakat juga akan ikut terlindungi,” jelasnya.
Adi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penanaman semata, melainkan diikuti dengan kepedulian bersama untuk merawat dan menjaga pohon mangrove agar dapat tumbuh optimal dan memberi manfaat jangka panjang.
” Kami berharap ini menjadi gerakan bersama. Menanam itu awal, tetapi merawat dan menjaga keberlangsungan mangrove adalah tanggung jawab bersama. Semoga kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat seperti ini terus berlanjut demi menjaga lingkungan pesisir Kedungkelor,” pungkasnya.***















