Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Regional

Pembangunan Jembatan Jalan Prompong – Ketenger Selesai,Bupati Sadewo Pastikan Layak Dilalui

×

Pembangunan Jembatan Jalan Prompong – Ketenger Selesai,Bupati Sadewo Pastikan Layak Dilalui

Sebarkan artikel ini

 

Beritamerdeka.co.id – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas Kresnawan Wahyu, jajaran perangkat daerah terkait, serta tamu undangan, melakukan peninjauan akhir pekerjaan pemulihan akses Jalan Prompong–Ketenger di Desa Kutasari, Kecamatan Baturraden, pada Senin (6/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh pekerjaan telah rampung dan dibangun sesuai standar teknis, sehingga aman dan layak digunakan kembali oleh masyarakat. Lokasi ini mencakup jembatan baru yang merupakan bagian penting dari pemulihan infrastruktur pasca bencana longsor.

Infrastruktur Tetap Menjadi Prioritas Utama

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa percepatan pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan tetap menjadi fokus utama, terutama yang berfungsi sebagai jalur penghubung vital bagi kehidupan warga dan jalur distribusi barang.

“Kita harapkan ke depan tidak ada lagi jembatan rusak yang membahayakan warga. Perbaikan dilakukan bertahap namun pasti, karena tidak mungkin semuanya selesai sekaligus,” ujar Sadewo.

Selain mengecek kualitas bangunan yang baru selesai, Bupati juga menyoroti keberadaan titik penyeberangan yang masih menggunakan kapal tradisional di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas. Menurutnya, cara penyeberangan ini berisiko tinggi, terutama saat debit air naik dan arus deras. Oleh sebab itu, pembangunan jembatan permanen menjadi kebutuhan mutlak demi keamanan pengguna.

“Penyeberangan dengan kapal tradisional di tempat berarus deras sangat berbahaya, sehingga keberadaan jembatan permanen adalah solusi yang harus segera diwujudkan,” tambahnya.

Latar Belakang dan Proses Penanganan

Pekerjaan ini merupakan tindak lanjut bencana longsor di kawasan Jembatan Wungu pada Sabtu 23 Mei 2026. Sehari setelah kejadian, jalur langsung ditutup sementara demi keselamatan, sementara tim teknis mulai menyusun rencana penanganan.

Selama pelaksanaan, terjadi longsor susulan pada Rabu 3 Juni 2026 di tebing saluran air. Hal ini mengakibatkan akses ke pemukiman terganggu dan saluran air tertimbun, sehingga diperlukan penyesuaian cara kerja, tambahan biaya, serta perubahan jadwal. Jalur ini resmi dibuka kembali mulai 7 Juli 2026, setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan teknis.

Rincian Pekerjaan yang Telah Diselesaikan

– Pemasangan saluran kotak / box culvert panjang 13 meter, ukuran 200 × 200 cm sebagai struktur utama

– Pembentukan badan jalan timbunan panjang 29 meter, lebar 7 meter

– Lapisan pondasi batu pecah Kelas B dan Kelas A

– Lapisan aspal penutup panjang 29 meter, lebar 5 meter

– Bahu jalan beton selebar 0,60 hingga 1 meter

– Penahan tanah sisi kanan panjang 5 meter, tinggi 6,5 meter

– Penahan tanah sisi kiri panjang 23 meter, tinggi bervariasi 0,5 – 6,5 meter

– Perbaikan akses masuk ke pemukiman sepanjang 6,5 meter

Dengan selesainya seluruh pekerjaan ini, akses masyarakat kembali aman, kokoh, dan lancar, sekaligus mendukung kelancaran kegiatan ekonomi serta mobilitas warga di wilayah tersebut.***