Beritamerdeka.co.id – PMI Kabupaten Tegal menggelar kegiatan Musyawarah Kerja Kabupaten (Mukerkab) Tahun 2026 yang berlangsung di aula PMI Kabupaten Tegal, Rabu 29 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi program kerja serta merumuskan langkah-langkah ke depan dalam meningkatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Mukerkab tersebut dibuka oleh Ketua PMI Kabupaten Tegal, H Iman Sisworo dengan dihadiri oleh Dewan Kehormatan dan jajaran pengurus PMI Kabupaten Tegal, serta pengurus PMI Kecamatan se- Kabupaten Tegal, dan Forum Relawan.
Sejumlah instansi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut hadir di antaranya BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Dikbud, Kantor Kemenag serta Baznas.
Dalam sambutannya, Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo menyampaikan, bahwa Mukerkab menjadi forum strategis bagi PMI Kabupaten Tegal dalam mengevaluasi capaian kinerja sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.
“Kegiatan ini tidak sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola organisasi yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan kemanusiaan,” ujar Iman Sisworo.
Dalam forum tersebut, Iman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus, relawan, serta mitra kerja atas dedikasi dan kerja keras sepanjang tahun 2025.
“Berbagai capaian signifikan berhasil diraih, mencerminkan komitmen kuat dalam menjalankan misi kemanusiaan di tengah tantangan yang semakin kompleks,” ungkapnya.
Di bidang organisasi, PMI Kabupaten Tegal aktif melakukan penguatan kapasitas, konsolidasi kelembagaan, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di tingkat provinsi maupun regional. Upaya ini dinilai berhasil meningkatkan soliditas dan profesionalisme organisasi.

Sementara itu, pada sektor pengembangan sumber daya dan kemitraan, capaian Bulan Dana PMI mencatat hasil menggembirakan dengan perolehan lebih dari Rp2,3 miliar.
“Pengelolaan keuangan juga mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen, menjadi bukti kredibilitas dan transparansi organisasi,” tegas Iman.
Dalam pelayanan kepada masyarakat, PMI Kabupaten Tegal menunjukkan responsivitas tinggi dengan menangani 161 kejadian bencana. Selain itu, tercatat 271 kegiatan pelayanan kesehatan dan 358 kegiatan pelayanan sosial telah dilaksanakan, menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara luas.
Pengembangan sumber daya manusia dan relawan juga menjadi perhatian utama. Berbagai program pendidikan, pelatihan, dan pembinaan terus digelar guna meningkatkan kapasitas dan profesionalisme relawan, termasuk melalui pembentukan SIBAT serta penguatan PMR dan KSR.
Di bidang donor darah, PMI Kabupaten Tegal berhasil mencapai 94 persen dari target produksi darah yang ditetapkan. Prestasi ini semakin diperkuat dengan keberhasilan mempertahankan status akreditasi paripurna bagi Unit Donor Darah (UDD).
Iman mengatakan, tantangan ke depan menuntut peningkatan kinerja yang lebih optimal guna menjawab kebutuhan pelayanan kemanusiaan yang terus berkembang.
“Melalui forum Mukerkab ini, diharapkan lahir pembahasan yang konstruktif dan partisipatif, serta menghasilkan keputusan strategis yang mampu meningkatkan kualitas layanan PMI kepada masyarakat,” terangnya.
PMI Kabupaten Tegal juga mengajak seluruh jajaran, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, serta para relawan untuk terus memperkuat komitmen, meningkatkan kapasitas, dan menjaga semangat pengabdian dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.***













