Scroll untuk baca berita
Seni & Budaya

Segenggam Bintang untuk Nana

×

Segenggam Bintang untuk Nana

Sebarkan artikel ini

Cerita Bersambung  BM

Tanda waktu menujukan pukul 19.20 WIB , Aldi melajukan motor vespa modifikasinya yang terlihat terawat , dengan warna hijau muda , ditambah beberapa stiker menggelitik tertempel di bodinya. Beberapa kata yang mengundang senyum di antaranya, ” pantang pulang sebelum gaet Janda ” , ” Pergi Pagi Pulang Sore Demi Janda Sebelah Rumah ” dan lain lain .

Semilir dingin angin malam mulai menusuk tulang , sementara Sang Juwita malam malu malu menampakkan diri , sembunyi di balik gedung gedung tinggi di kota itu .Laju kendaraan yang di tumpangi Aldi perlahan lahan mendekati sebuah kios yang tak jauh dari jembatan tua seberang jalan gedung perkantoran .

Setelah berhenti Ia memarkirkan vespa itu di bawah pohon beringin tua , lalu mendekati kios sambil memesan segelas kopi , Aldi meraih gitar usang yang tergantung di dinding triplek kios itu.dan bergegas duduk di bangku bambu beratap plastik seadanya , yang mirip sebuah Gazebo .Bang Juned Pemilik warung sepertinya sengaja membuatnya untuk pelanggan ngopi di kiosnya .

Aldi mulai memetik gitar tersebut , meski senar gitarnya juga tampak usang namun cukup enak di dengar suaranya , ketika tangan aldi lincah memainkan gitar melantunkan lagu tentang cinta remaja .

Satu tembang kenangan telah di lantunkan , Aldi memesan Kopi Pada Bang Juned .

Aldi              : Kopinya dong Bang …..
Bang Juned : Oke …., Oh iya kemaren ada
Cewek nyari kamu …
Aldi.              : Siapa Bang …?.
Bang Juned : wah gak kenal saya , yang
Jelas orangnya cantik ,                                   katanya udah lama
Kenal kamu ( ujarnya            sambil menuangkan air panas dari termos dan mengaduk kopi di cangkir yang akan di suguhkan ke Aldi ) lalu menyuguhkannya .

Aldi : Kok dia tahu aku sering di sini
Bang …?
Bang Juned. : katanya sih udah dua kali liat
Kamu nongkrong ngopi di
Sini ….

Pikiran Aldi melayang sejenak , ingatannya tertuju pada seorang wanita yang anggun dan berwibawa , Nana panggilan cewek tersebut. Sambil  meneguk kopi hangat , pikirannya terus di liputi tanda tanya , mengapa Nana mencarinya , Ada apa ?
Beberapa menit kemudian tampak sebuah sedan putih merapat dan memarkir di samping kios Bang Juned .

Bersambung …