Beritamerdeka.co.id – Anindita Keisha Zahra, pelajar kelas 5 SDN Pesarean 01 Adiwerna berhasil meraih juara 1 Lomba Bertutur Siswa-Siswi SD/MI Tingkat Kabupaten Tegal Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Tegal. Lomba ini digelar di ruang auditorium kantor setempat selama dua hari berturut-turut.
Pengumuman pemenang dilakukan di hari kedua usai pelaksanaan lomba yang diikuti oleh 44 peserta dari kalangan siswa SD dan MI di Kabupaten Tegal, pada Kamis 16 April 2026.
Mengusung legenda cerita rakyat berjudul Percikan Tongkat Sunan karya Murhikmah, Anindita berhasil tampil memukau di hadapan dewan juri, guru pendamping dan peserta lainnya. Atas kemenangannya ini ia pun berhak mengantongi uang pembinaan senilai Rp1,5 juta dan tiket unuk maju ke tingkat provinsi.
Adapun juara kedua lomba bertutur berhasil diraih Muhammad Ishaq Syafii dari SDN Jembayat 03 Margasari dan juara ketiganya Moh Hilal Al Fadihyl dari MIN 3 Tegal. Sedangkan juara harapan 1 diraih Azzahra Aviyana, siswi SDN Begawat 01 Bumijawa, juara harapan 2 diraih Naura Ashilla Tanari, siswi MI Bustanul Huda 01 Dawuhan, dan juara harapan 3 diraih Shidqi Ahlan Khabibi, siswa SDN Balapulang Kulon 01.

Ditemui usai acara, juri dari unsur Dewan Kesenian Kabupaten Tegal Robbi Albaari mengaku kemampuan sebagian peserta dalam bertutur sangat mumpuni sehingga cukup menyulitkan pihaknya dalam memberikan penilaian.
“Penampilan di hari pertama kemarin cukup mengejutkan kami karena banyak peserta yang dari segi pembawaan, pendalaman karakter tokoh, artikulasi, hingga penggunaan properti sudah sangat baik,” ujarnya.
Selain dari Dewan Kesenian, dua juri lainnya berasal dari unsur pendidik, yaitu guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Dukuhwaru dan guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 1 Slawi.
Sebelumnya, Plt Kepala Disperpusip Kabupaten Tegal Hari Nugroho saat membuka acara pada Rabu 15 April 2026, mengatakan lomba bertutur ini bukan sekadar ajang unjuk bakat atau mencari juara, melainkan investasi karakter.
Menurutnya ada tiga manfaat utama dari lomba bertutur yang ingin ditanamkan pada anak-anak, yaitu penguasaan literasi mendalam, keberanian dan kepercayaan diri, dan pelestarian budaya lokal.
“Dengan membawakan cerita rakyat atau sejarah lokal, anak-anak kita sedang menyambung napas peradaban agar nilai-nilai budi pekerti luhur ini tidak hilang ditelan zaman,” katanya.

Lewat sambutannya, Hari menganalogikan seorang anak yang gemar membaca dan bertutur ini ibarat pohon. Membaca adalah akar yang menyerap air dan nutrisi pengetahuan dari dalam tanah, sedangkan bertutur adalah cara pohon menghasilkan buah yang bisa dinikmati orang lain.
Menurutnya, pohon dengan akarnya kuat atau rajin membaca tapi tidak berbuah atau tidak berani berbagi ilmu dengan bercerita hanya akan bermanfaat bagi dirinya sendiri. Tapi, pohon yang berbuah lebat adalah pohon yang memberikan keteduhan dan kehidupan bagi sekitarnya.
“Inilah yang anak-anak kita lakukan hari ini. Mereka sedang belajar jadi pohon yang memberi manfaat bagi dunia lewat cerita mereka,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Kabupaten Tegal Sri Handayani mengungkapkan pelaksanaan kegiatan ini sepenuhnya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun Anggaran 2026.
Ia pun menitip pesan kepada guru pendamping agar menyiapkan siswa pemenang yang akan maju ke tingkat provinsi lebih matang lagi sehingga bisa menembus seleksi tingkat nasional dan berhasil meraih juara.***(AS/hn)













