Scroll untuk baca berita
PendidikanPilihan EditorRegional

Anggota Komisi II DPR RI, Goyud Tekankan Pentingnya Pendidikan Politik di Sekolah

×

Anggota Komisi II DPR RI, Goyud Tekankan Pentingnya Pendidikan Politik di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPR RI, Wahyudin Noor Aly atau Goyud, Ketua PDM Kab Tegal, H. Fathin Hammam, S.sos.,M.Pd dan Komisiiner KPU Kota Tegal, Moh Mashadi dalam acara Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 yang digelar di Khas Hotel Kota Tegal, Minggu, 21 Juni 2026.

Beritamerdeka.co.id – Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 sukses digelar di Khas Hotel Kota Tegal pada Minggu (21/6/2026). Acara ini dihadiri oleh Anggota Komisi II DPR RI Wahyudin Noor Aly, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal Fathin Hammam, S.Sos., M.Pd., serta Komisioner KPU Kota Tegal Moh. Mashadi.

​Diskusi yang dipandu oleh Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Tegal, M. Noval Husein, S.T., ini diikuti oleh unsur pimpinan Pemuda Muhammadiyah dan anggota Kokam Kabupaten Tegal.

Sekolah Jangan Alergi Pendidikan Politik

​Anggota Komisi II DPR RI, Wahyudin Noor Aly—yang akrab disapa Goyud—menegaskan bahwa pendidikan politik bagi siswa SLTP dan SLTA tidak boleh dianggap tabu. Menurutnya, sekolah harus bisa membedakan antara aktivitas partai politik praktis dengan pendidikan ilmu politik.

Wahyudin Noor Aly Lakukan Kunjungan Spesifik ke Organisasi Perempuan PD NA Kota Tegal

​”Kalau partai politik bicaranya menang dan kalah. Tapi kalau pendidikan politik, bicaranya tentang ilmu bagaimana memilih pemimpin dan wakil rakyat yang baik agar kebijakan yang dihasilkan berdampak pada kemajuan masyarakat,” ujar Goyud usai memberikan paparan.

​Goyud memproyeksikan bahwa siswa yang saat ini duduk di kelas 3 SMP akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029 mendatang. Oleh karena itu, edukasi sejak dini sangat krusial untuk memutus mata rantai pemilih pragmatis.

​Ia juga mengingatkan tingginya biaya pemilu yang menggunakan uang rakyat. Untuk tahun 2027 saja, KPU sudah mengajukan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk tahapan internal, belum termasuk anggaran Bawaslu.

​”Uang rakyat ini mahal. Kita ingin mereka menjadi pemilih yang tahu persis bahwa memilih adalah hak dan kewajiban mereka. Jangan dijual,” tegasnya.

KPU Kota Tegal Siapkan Pemilih Masa Depan

​Senada dengan hal tersebut, Komisioner KPU Kota Tegal, Moh. Mashadi, menyambut baik inisiatif dari Komisi II DPR RI selaku mitra kerja KPU. Ia mengungkapkan bahwa program sosialisasi ke tingkat SMP sebenarnya sudah mulai berjalan sebagai bagian dari prioritas nasional.

​”Kami mempersiapkan mereka dari sekarang, sehingga pada tahun 2029 saat hak suara mereka sudah ada, mereka tidak bingung. Mereka sudah tahu cara memilih, kiat-kiatnya, hingga kriteria pemimpin yang layak dipilih,” jelas Mashadi.

Edukasi agar Masyarakat Tidak Apatis

​Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Tegal, H. Fathin Hammam, S.Sos., M.Pd., mengingatkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat demi menyukseskan perpolitikan bangsa. Ia mengimbau agar generasi muda tidak bersikap apatis terhadap politik.

​”Semua yang kita jalani dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini adalah produk politik. Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan,” kata Fathin.

​Di sela-sela sambutannya, Fathin juga sempat berseloroh memberikan nasihat agar para politisi yang belum beruntung atau “COD” (Calon Ora Dadi) bisa belajar dari figur yang sudah berpengalaman dan berhasil duduk di parlemen seperti Goyud.

​Melalui agenda ini, diharapkan sinergi antara legislatif, penyelenggara pemilu, dan organisasi kepemudaan dapat terus terjaga demi melahirkan pemilih yang cerdas dan berintegritas pada pemilu mendatang. ***