Beritamerdeka.co.id – Upaya meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat terus digencarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tegal. Salah satunya melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kepenulisan yang terbuka untuk peserta umum.
Kegiatan ini sebagai wadah pengembangan kemampuan menulis sekaligus mendorong lahirnya penulis-penulis baru dari berbagai kalangan. Digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tegal, Jumat 17 April 2026.
Bimtek yang berlangsung dengan antusias ini diikuti oleh peserta dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, hingga masyarakat umum yang memiliki minat di bidang literasi dan kepenulisan.
Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Muarif, S.Ag yang membahas kearifan lokal, Ach Chanif, S.ST tentang teknik penulisan konten budaya lokal, serta Eri Fitriyati, S.Pd yang mengupas gaya selingkung dan proses penerbitan karya tulis.
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tegal, Hari Nugroho, ST dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini disupport langsung melalui pendanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026.
“Tujuannya adalah bagaimana kemudian publik atau masyarakat yang memiliki minat bakat, ataupun bahkan mereka yang sudah terjun di dunia penulisan ini lebih meningkat secara kapasitas ataupun kompetensinya. Jadi tidak tertutup hanya untuk penulis senior, tapi juga pendatang baru atau penulis-penulis baru,” terangnya.
Dijelaskan Hari, tema kepenulisan yang diangkat yaitu konten ataupun informasi tentang kebudayaan lokal khususnya di Kabupaten Tegal agar bisa lebih terekspos dan terangkat melalui esai.

Menariknya, hasil karya peserta nantinya akan dihimpun dalam sebuah buku antologi yang melibatkan 50 penulis. Buku tersebut rencananya akan dicetak dan menjadi bagian dari koleksi perpustakaan.
“Tulisan para peserta nanti kita rangkum atau kita kompilasi dalam bentuk buku dan dicetak kurang lebih sekitar 50 eksemplar diantaranya nanti menjadi bagian dari koleksi perpustakaan Soekarno-Hatta,” tambah Hari.
Salah satu narasumber, Ach Chanif menjelaskan, bimtek kepenulisan ini dibagi menjadi tiga sesi. Sedangkan para peserta merupakan hasil seleksi yang di mulai sejak bulan Februari 2026.
“Nanti setelah ini para peserta ditugaskan untuk hunting, mencari data di lapangan, wawancara dengan tokoh tertentu. Kemudian hasilnya dibuat sebuah tulisan yang akan dibukukan,” jelasnya.
Sementara salah satu peserta, Irma Okto Kristiani dari Forum Komunitas Penulis menuturkan, bahwa dengan bimtek kepenulisan banyak ilmu yang dapat diserap dan nantinya bisa diterapkan.
“Narasumbernya luar biasa, banyak ilmu baru yang bisa diadaptasi dan seru, terutama bagi saya seorang pendidik. Sebagai seorang guru saya dapat referensi untuk pendidikan anak-anak di kelas bahwa bahasa Tegal itu bukan bahasa yang memalukan tapi justru kita harus bangga menggunakan bahasa Tegal,” ujar Irma yang juga guru SD Kertaharja 01.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya penggunaan bahasa dengan memperhatikan unggah-ungguh dalam penerapannya, agar lebih tertata secara baik.
Dengan adanya bimtek kepenulisan ini, diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Tegal serta melahirkan karya-karya berkualitas yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.***













