Beritamerdeka.co.id – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer gabungan besar-besaran ke wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, dini hari waktu setempat.
Ledakan hebat dilaporkan terdengar di ibu kota Teheran dan sejumlah kota strategis lainnya, menandai dimulainya babak baru perang terbuka di kawasan tersebut.
Operasi “Epic Fury” dan “Lion’s Roar”
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengonfirmasi keterlibatan militer AS dalam apa yang ia sebut sebagai “Operasi Tempur Besar”. Trump menyatakan bahwa serangan ini bertujuan untuk menghancurkan kemampuan rudal Iran dan mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.

Di pihak Israel, militer (IDF) menggunakan sandi “Lion’s Roar” untuk operasi ini. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa serangan tersebut adalah langkah preventif untuk “menghilangkan ancaman eksistensial” terhadap Israel.
Target Serangan dan Nasib Pemimpin Tertinggi
Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa rudal dan jet tempur siluman menghantam berbagai objek vital:
Fasilitas Militer: Markas besar intelijen Garda Revolusi Iran (IRGC) di Teheran dan pusat pengembangan rudal di Isfahan dan Qom.

Area Jomhouri: Sejumlah saksi mata melaporkan ledakan besar di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Status Khamenei: Pejabat Iran melalui kantor berita Reuters mengonfirmasi bahwa Khamenei (86) berada dalam kondisi aman dan telah dipindahkan ke lokasi rahasia yang terlindungi sebelum serangan dimulai.
Iran Lancarkan Balasan Kilat
Hanya berselang dua jam setelah serangan pertama, Iran meluncurkan gelombang balasan menggunakan ratusan drone dan rudal balistik.
Jet Tempur F-35 Denmark dan Tanker Prancis Gelar Latihan di Greenland
Target Balasan:
Ledakan dilaporkan terjadi di Haifa (Israel) serta sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk, termasuk di Bahrain dan Qatar.
Dampak Sipil: Media pemerintah Iran, IRNA, melaporkan adanya korban jiwa sipil, termasuk laporan mengenai hantam rudal di sebuah sekolah dasar di wilayah Hormozgan yang menewaskan sedikitnya 24 orang.
Reaksi Dunia dan Dampak Global
Kawasan Timur Tengah kini berada dalam status darurat. Iran, Israel, Kuwait, dan Uni Emirat Arab telah menutup ruang udara mereka untuk penerbangan sipil. Sementara itu, Rusia mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima,” sementara Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyerukan de-eskalasi segera dan menawarkan mediasi.
Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak tajam sesaat setelah berita serangan ini menyebar ke pasar internasional.
Catatan untuk WNI: KBRI Teheran mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia di Iran untuk tetap berada di dalam ruangan, menjauhi objek-objek militer, dan segera melapor melalui hotline darurat jika membutuhkan bantuan. (*** / sumber : War Archives)













