Beritamerdeka.co.id – Dinamika kasus dugaan pengrusakan Cafe Rumah Kopi di Jalan Gatot Subroto dan tantangan yang disampaikan kepada manajer cafe untuk mendatangkan LSM Cordova ditempat hiburan itu. Kini giliran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cordova angkat bicara setelah nama lembaganya diduga disebut-sebut dalam insiden itu.
Ketua Cordova Tegal Barat, Dodi Gajah, menyatakan keprihatinan dan kekecewaannya atas tindakan oknum ormas lain yang membawa-bawa nama lembaganya saat melakukan aksi di lapangan.
Sinergi untuk Iklim Investasi
Dodi Gajah menegaskan bahwa semangat aktivisme di Kota Tegal seharusnya sejalan dengan visi Pemerintah Kota untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia menekankan bahwa kehadiran lembaga-lembaga masyarakat melalui wadah seperti Fokalmas (Forum Komunikasi Antar LSM dan Ormas) adalah untuk memastikan rasa nyaman bagi para investor.
Pembina PSI Kota Tegal Desak Polisi Usut Tuntas Aksi Premanisme di Cafe Rumah Kopi

”Kita selalu bersinergi. Mengapa di Tegal dibentuk Fokalmas? Karena kita mengikuti arahan Pak Wali Kota untuk menciptakan iklim investasi yang nyaman di Kota Tegal yang kita cintai sebagai Kota Bahari,” ujar Dodi Gajah kepada beritamerdeka.co.id, Sabtu, 10 Mei 2026.
Evaluasi Pola Kerja dan Tolak Premanisme
Menyikapi tindakan anarkis yang terjadi, Dodi meminta adanya evaluasi mendalam terhadap cara kerja anggota organisasi dalam merangkul mitra atau mencari pendapatan. Ia menghimbau agar setiap anggota LSM, dari lembaga manapun, tidak dengan mudah menjual nama organisasi jika tersandung masalah pribadi atau tindakan yang melanggar aturan.
”Perlu dievaluasi cara kerjanya. Cara merangkul investor dan mendapatkan income itu bukan dengan cara-cara premanisme. Saya tegaskan, jika ada masalah individu, jangan bawa-bawa nama lembaga,” cetusnya.
Cafe Rumah Kopi Milik Bendahara DPD PSI Kota Tegal Dirusak Oknum Ormas SS

Pernyataan Sikap: Satu Komando
Dodi Gajah juga mengirimkan pesan kuat terkait harga diri organisasi. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika nama besar Cordova diusik atau disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan yang melanggar hukum.
”Saya selaku Ketua Cordova Tegal Barat menyatakan sikap bahwa Cordova selalu siap di garda terdepan. Ketika Cordova diinjak, hati nurani saya bergejolak. Kami punya sikap tegas: ketika nama organisasi diungkit atau dilecehkan, maka kami satu komando, Trabas!” tegas Dodi dengan nada lantang.
Pernyataan ini menambah daftar desakan dari berbagai elemen masyarakat dan politik di Kota Tegal agar aparat kepolisian segera menyelesaikan kasus pengrusakan Cafe Rumah Kopi secara transparan guna menjaga kondusivitas keamanan kota. ***













