Beritamerdeka.co.id – Ratusan jamaah memadati Lapangan Parkir Depan Gedung Cendana RSUD Kardinah Kota Tegal untuk melaksanakan Sholat Idul Adha 1447 H pada Rabu, 27 Mei 2026. Kegiatan ibadah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegal Timur I Kota Tegal ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan.
Bertindak sebagai Imam dalam sholat Id adalah Ustadz M. Fawwaz Zaydan Hammam (Alumni Muallimin Muhammadiyah Jogjakarta). Sementara khutbah Idul Adha disampaikan oleh Ustadz H. Fathin Hammam, S.Sos., M.Pd. (Ketua PDM Kabupaten Tegal) yang mengusung tema “Menjadi Umat yang Taat & Kuat dengan Meneladani Nabi Ibrahim AS”.
Nabi Ibrahim AS sebagai Uswatun Hasanah
Dalam khutbahnya, Ustadz Fathin Hammam mengawali dengan mengutip Surah Almumtahanah ayat 4,
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓl
menegaskan bahwa sosok Nabi Ibrahim AS adalah teladan yang baik (uswatun hasanah) bagi umat Islam.

Beliau memaparkan betapa istimewanya kedudukan Nabi Ibrahim AS di dalam Al-Qur’an, di mana namanya disebut sebanyak 69 kali di 24 surat, bahkan diabadikan menjadi nama surat ke-14. Nabi Ibrahim juga dijuluki sebagai Abulanbiya (Bapak Para Nabi) karena 19 keturunannya menjadi nabi dari 25 nabi yang wajib diimani.
”Allah SWT memberikan tiga predikat utama kepada Nabi Ibrahim di dalam Al-Qur’an. Pertama, sebagai Khalilullah atau Kekasih Allah (QS. An-Nisa: 125). Kedua, sebagai manusia pilihan terbaik atau Al-Musthafa (QS. Shad: 47). Dan ketiga, termasuk dalam golongan Nabi Ulul ‘Azmi karena keteguhan hatinya yang luar biasa dalam menghadapi ujian (QS. Al-Ahqaf: 35),” ujar Ustadz Fathin.
Visi Hidup di Tengah Ketidakpastian
Menyikapi situasi zaman sekarang yang penuh dengan persoalan dan ketidakpastian, Sang Khotib mengingatkan jamaah untuk tetap berpegang teguh pada visi dan tujuan hidup manusia di dunia, yaitu:

* Untuk Beribadah (QS. Adz-Dzariyat: 56)
* Menjadi Khalifah di Bumi (QS. Al-Baqarah: 30)
* Menghadapi Ujian Kehidupan (QS. Al-Mulk: 2-3)
Beliau menambahkan bahwa Nabi Ibrahim AS telah lulus melewati berbagai ujian berat sejak masa kecil, dewasa, hingga usia tua, sebagaimana terekam dalam QS. Al-Baqarah ayat 124.
5 Hikmah Ujian bagi Seorang Muslim
Lebih lanjut, Ustadz Fathin Hammam menguraikan lima hikmah mendalam di balik setiap ujian dan kesulitan yang menimpa seorang muslim:
1.Menghapus Dosa: Berdasarkan HR. Bukhari & Muslim, setiap kelelahan, sakit, hingga duri yang menusuk seorang muslim dapat menjadi pelebur dosa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, sakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, maupun kesusahan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya karenanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
2.Mengangkat Derajat & Bukti Cinta Allah: Ujian yang besar mendatangkan pahala yang besar, sekaligus menjadi tanda bahwa Allah mencintai kaum tersebut (HR. Tirmidzi).
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ
“Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum, Allah menguji mereka.”
3.Sarana Kembali Kepada Allah: Kesulitan mendidik manusia agar merendahkan diri (tadharru’) dan lebih khusyuk beribadah (QS. Al-An’am: 42).
Allah Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ
“Sungguh Kami telah mengutus rasul-rasul kepada umat sebelum engkau, lalu Kami timpakan kepada mereka kesempitan dan penderitaan agar mereka merendahkan diri (kepada Allah).”
4.Pengingat bahwa Surga Tidak Murah: Umat Islam diingatkan tidak mudah mengklaim masuk surga sebelum diuji layaknya umat-umat terdahulu (QS. Al-Baqarah: 214).
Allah Ta’ala berfirman:
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا
“Apakah kalian mengira akan masuk surga padahal belum datang kepada kalian cobaan seperti yang dialami orang-orang sebelum kalian? Mereka ditimpa kesengsaraan, penderitaan, dan digoncang dengan berbagai ujian.”
5.Optimisme Kemudahan: Di balik satu kesulitan, Allah menjanjikan ada kemudahan yang menyertainya (QS. Asy-Syarh: 5-6).
Allah berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
Juru Parkir Naik Haji Berkat Kesabarannya Rajin Menabung
Di akhir khutbahnya, Ustadz Fathin mengajak seluruh warga Kota Tegal, khususnya jamaah yang hadir, untuk meniru keteguhan tauhid Nabi Ibrahim AS. Dengan meneladani beliau, umat Islam diharapkan tetap taat beribadah dan kuat mentalnya dalam menghadapi dinamika ujian kehidupan modern saat ini. (*)













