Scroll untuk baca berita
Pilihan EditorRegional

Pasca-Infrastruktur di Pati, Pemprov Jateng Genjot Pariwisata di Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Tegal

×

Pasca-Infrastruktur di Pati, Pemprov Jateng Genjot Pariwisata di Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Tegal

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam forum Rembug Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2026 se-Wilayah Pembangunan Bregasmalang dan Petanglong (Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Kota Pekalongan) yang digelar di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kompleks Balai Kota Tegal, Senin, 22 Juni 2026

Beritamerdeka.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mematangkan peta jalan pembangunan tahun 2027 dengan menempatkan sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam forum Rembug Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2026 se-Wilayah Pembangunan Bregasmalang dan Petanglong (Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Kota Pekalongan) yang digelar di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kompleks Balai Kota Tegal, Senin, 22 Juni 2026.

​Fokus pembangunan 2027 ini menunjukkan pergeseran strategi yang dinamis jika dibandingkan dengan gelaran Rembug Pembangunan regional sebelumnya. Pada Rembug Pembangunan bulan Mei lalu yang berfokus di Wilayah Wanarakuti dan Sukowati di Pati, arah kebijakan Pemprov Jateng masih sangat kental dengan penguatan infrastruktur konektivitas regional serta ketahanan pangan pasca-pandemi.

​Namun, dalam forum di Kota Tegal kali ini, Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa penguatan sektor-sektor dasar tersebut kini menjadi fondasi untuk melompat ke sektor jasa dan ekonomi kreatif.

​“Infrastruktur sudah pada 2025 dan swasembada pangan diperkuat pada 2026, maka 2027 pariwisata menjadi prioritas kita,” ujar Ahmad Luthfi.

​Pergeseran Tren Komparatif: Dari Ketahanan Pangan ke Pariwisata
​Jika Rembug Pembangunan di Pati lebih banyak membedah optimalisasi lumbung pangan dan jalur logistik Pantai Utara (Pantura) Timur, forum di Tegal ini melahirkan cetak biru yang lebih mengedepankan nilai tambah (value added) ekonomi warga.

Wujudkan Ruang Publik Sehat, Wali Kota Tegal Resmikan Lintasan Lari Alun-Alun

​Langkah ini didukung oleh tren positif sektor pariwisata Jateng. Data Pemprov menunjukkan kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah merangkak naik dari 3,29 persen pada 2022 menjadi 3,74 persen pada 2025, dengan angka pertumbuhan sektor mencapai 10,60 persen pada tahun 2025.

​Untuk mewujudkannya, Pemprov Jateng telah menyiapkan lima stimulus utama:

* ​Pengembangan 1.000 desa wisata.

* ​Penguatan promosi digital berskala makro.

* ​Pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif (ekraf).

* ​Pengembangan konsep wisata ramah muslim (muslim-friendly tourism).

* ​Akselerasi sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM daerah.

Kesiapan Daerah: Kota Tegal Siap Jadi Motor Penggerak

​Menanggapi arah kebijakan baru tersebut, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyatakan kebanggaannya atas penunjukan Kota Tegal sebagai tuan rumah lintas wilayah Bregasmalang dan Petanglong. Ia menegaskan sinergi penuh untuk menyukseskan target 2027.

​“Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di tahun 2027, Kota Tegal siap mendukung dan menyukseskan tema pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yaitu mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi,” tegas Dedy Yon.

​Senada dengan Kota Tegal, para kepala daerah dan perwakilan dari wilayah Bregasmalang serta Petanglong yang hadir juga menyatakan komitmennya. Mereka siap menyelaraskan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) masing-masing agar ekosistem ekonomi syariah yang inklusif serta pariwisata berbasis kearifan lokal dapat terintegrasi erat dari ujung barat hingga tengah jalur Pantura. (***)