Scroll untuk baca berita
Pilihan EditorRegional

Rayakan HUT ke-446, Pemkot Tegal Gelar Tasyakuran: “Tegal Tangguh Pantang Ngangluh”

×

Rayakan HUT ke-446, Pemkot Tegal Gelar Tasyakuran: “Tegal Tangguh Pantang Ngangluh”

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono beri sambutan dalam acara Tasyakuran memperingati Hari Jadi ke-446 Kota Tegal di Pendopo Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal, Sabtu, 11 April 2026 malam.

Bsritamerdeka.co.id – Pemerintah Kota Tegal menggelar acara Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-446 Kota Tegal. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Pendopo Ki Gede Sebayu, Komplek Balai Kota Tegal, pada Sabtu (11/4/2026) malam.

​Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono didampingi istri, Gadis Sephi Febriana. Turut hadir Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah beserta istri, hingga tokoh senior yakni Wali Kota Tegal periode 2009–2014, Ikmal Jaya. Selain itu, tampak hadir pula para Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala OPD, Camat, serta Lurah se-Kota Tegal.

Refleksi dan Semangat Baru

​Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menekankan bahwa peringatan hari jadi ini bukan sekadar penanda bertambahnya usia kota. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai ruang refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui.

Peringati HUT Ke-446, Wali Kota Ingatkan Kembali tentang Kesejarahan Berdirinya Kota Tegal

​”Peringatan hari jadi adalah momentum untuk menengok ke belakang, merefleksikan perjalanan panjang, sekaligus menatap ke depan dengan semangat baru setelah melalui berbagai dinamika tantangan dan perubahan zaman,” ujar Dedy Yon.

​Ia juga mengapresiasi resiliensi warga Kota Tegal yang tetap solid di tengah perubahan zaman. “Satu hal yang tetap terjaga adalah semangat warganya; semangat untuk terus bertahan, bangkit, dan berkembang,” tambahnya.

Filosofi “Tegal Tangguh Pantang Ngangluh”

​Tahun ini, Hari Jadi Kota Tegal mengusung tema “Tegal Tangguh Pantang Ngangluh”. Dedy Yon menjelaskan secara mendalam makna di balik semboyan tersebut.

​Tangguh: Menggambarkan karakter warga Kota Tegal yang memiliki mentalitas kuat dan pantang menyerah.

​Pantang Ngangluh: Berarti tidak mengeluh. Dalam menjalankan aktivitas apa pun, meski dihadapkan pada rintangan, rasa lelah, atau kesulitan, warga Tegal diharapkan tetap teguh.

​“Sesuatu hal apabila dilakukan dengan hati yang ikhlas, tulus, tanpa mengeluh, ini tentunya akan membuahkan hasil yang lebih baik,” jelasnya.

Pesan Syukur dan Kesejahteraan

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, Kasiman Mahmud Desky, dalam penyampaian hikmah tasyakuran menekankan pentingnya rasa syukur atas usia ke-446 tahun ini. Menurutnya, syukur adalah bentuk pengakuan atas nikmat Allah yang diwujudkan melalui ketaatan dan pemanfaatan nikmat tersebut untuk kebaikan.

​“Semua yang kita terima, termasuk pencapaian Pemerintah Kota Tegal, patut disyukuri. Termasuk dukungan di bidang keagamaan yang diharapkan dapat terus dimanfaatkan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Kota Tegal,” tuturnya.

Prosesi Pemotongan Tumpeng

​Sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan, acara ditutup dengan doa bersama dan prosesi pemotongan tumpeng.

​Wali Kota Dedy Yon Supriyono melakukan pemotongan tumpeng didampingi oleh Wakil Wali Kota, Wali Kota periode 2009-2014 Ikmal Jaya, jajaran Forkopimda, serta Sekretaris Daerah Kota Tegal. Suasana hangat dan kekeluargaan menyelimuti penutupan acara yang menandai babak baru perjalanan Kota Bahari tersebut. (***)