Beritamerdeka.co.id – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Makam Amangkurat di Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, saat berlangsung Upacara Adat Wilujengan Ganti Langse Sri Susuhunan Amangkurat Agung, Minggu (12/7/2026).
Tradisi yang sarat nilai sejarah dan budaya tersebut berlangsung aman dan tertib berkat pengamanan yang dilakukan jajaran Polres Tegal melalui Polsek Adiwerna.
Kegiatan yang digelar mulai pukul 12.00 hingga 13.15 WIB itu menjadi momentum penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.
Prosesi dihadiri sejumlah tokoh keraton, di antaranya Gusti Kanjeng Ratu Dra. Kusmurtiah Pandansari, M.Pd., Gusti Pangeran Haryo dr. Edi Wirabumi, S.H., M.M., Gusti Kanjeng Ratu Ayu Kusindriyah, serta sekitar 100 anggota Paguyuban Kawula Surakarta (PAKASO) Wilayah Tegal.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pergantian langse atau kelambu makam. Tradisi tersebut memiliki makna penghormatan kepada leluhur sekaligus menjadi simbol pelestarian budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Untuk menjamin kelancaran kegiatan, pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Adiwerna AKP Slamet Ibnu Akbar. Sebanyak 12 personel gabungan dari Polres Tegal dan Polsek Adiwerna diterjunkan ke lokasi.
Petugas disiagakan di sejumlah titik strategis guna mengamankan area kegiatan, mengatur arus lalu lintas, serta memberikan pelayanan kepada para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

AKP Slamet Ibnu Akbar menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan adat dan keagamaan merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan rasa aman sekaligus mendukung pelestarian budaya bangsa.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian upacara adat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan ini juga merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian nilai-nilai budaya serta tradisi yang menjadi warisan leluhur, sehingga masyarakat dapat melaksanakan kegiatan dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo menegaskan bahwa Polri akan terus hadir mengawal berbagai kegiatan masyarakat sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat kedekatan dengan seluruh elemen masyarakat.
“Polri berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan adat dan budaya. Kehadiran personel kepolisian diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga situasi kamtibmas yang tetap kondusif di Kabupaten Tegal,” ungkapnya.
Berkat sinergi antara panitia, masyarakat, tokoh adat, dan aparat keamanan, seluruh rangkaian Upacara Adat Wilujengan Ganti Langse Sri Susuhunan Amangkurat Agung berlangsung lancar, aman, dan penuh kekhidmatan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi leluhur tetap hidup dan terjaga, sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas dan kekayaan bangsa.***














