Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Pendidikan

488 Siswa Baru SMKN 1 Warureja Digembleng Hadapi Bencana, Simulasi PMI Bikin MOP Makin Berkesan

×

488 Siswa Baru SMKN 1 Warureja Digembleng Hadapi Bencana, Simulasi PMI Bikin MOP Makin Berkesan

Sebarkan artikel ini

Beritamerdeka.co.id – Masa Orientasi Pramuka (MOP) di SMKN 1 Warureja tahun ini tidak hanya diisi dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

Sebanyak 488 peserta didik baru kelas X mendapatkan pembekalan penting mengenai kesiapsiagaan bencana dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal,  Selasa (21/7/2026).

Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter siswa yang tangguh dan sigap menghadapi berbagai potensi bencana sejak dini.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang dikemas secara interaktif dan aplikatif.

Materi disampaikan oleh fasilitator PMI, yakni M. Ramedon, Ikfi Amalia, dan Fahris Ali Defin. Selain memberikan pemahaman mengenai konsep dasar kesiapsiagaan bencana, para fasilitator juga mengajak peserta berdiskusi serta mengikuti simulasi sederhana agar mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Melalui pendekatan yang komunikatif, para siswa diajak memahami pentingnya mengenali risiko bencana, menjaga ketenangan saat kondisi darurat, hingga langkah-langkah penyelamatan diri yang benar.

Suasana pelatihan pun berlangsung hidup dengan berbagai sesi tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif.

Pembina PMR SMKN 1 Warureja, Frisma Krida Silowardi, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Tegal yang telah mendukung pelaksanaan MOP melalui edukasi yang dinilai sangat relevan bagi para siswa baru.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI yang telah memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana kepada peserta didik kami. Materi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa dalam menghadapi potensi bencana. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan sehingga budaya siap siaga dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Warureja berharap para peserta didik tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat.

Kolaborasi antara sekolah dan PMI diharapkan mampu menumbuhkan budaya sadar bencana serta membentuk generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap bertindak saat dibutuhkan.***