Beritamerdeka.co.id — Universitas Bima Sakapenta (UBISA) Tegal sukses menyelenggarakan puncak peringatan Dies Natalis ke-2 yang dirangkai dengan kegiatan orientasi studi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
Diusia yang masih muda, perguruan tinggi ini menunjukkan lompatan kemajuan yang signifikan, terutama dalam memperkuat jejaring kerja sama internasional serta pengembangan pusat vokasi berstandar global.
Ketua Yayasan Bima Sakapenta, Kafdillah, menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-2 ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan filosofi pengembangan institusi, yakni melesat mabur duwur, gayuh adab luhur. Semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan aliansi institut serta dunia industri asal Tiongkok dan Taiwan.
”Implementasi kerja sama ini mencakup komunikasi dua arah secara Business to Business (B2B) antar-institusi, serta proses menuju Government to Government (G2G) yang telah mendapatkan persetujuan pihak berwenang dan masuk dalam Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD),” ujar Kafdillah.
Sebagai pusat vokasi internasional di Kota Tegal, UBISA memperluas cakupan bidang pendidikan mulai dari teknik, industri, hingga perkebunan guna membekali mahasiswa menghadapi dinamika ekonomi global dan geopolitik.
Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah program magang internasional.
Saat ini, sebanyak 20 mahasiswa UBISA Tegal tengah mengikuti program magang berdurasi 6 bulan yang dapat diperpanjang hingga total 12 bulan di Taiwan. Para peserta mendapatkan fasilitas insentif langsung dari pihak industri, baik di sektor perhotelan maupun perancangan bangunan.
Meski menempuh program magang di luar negeri, proses perkuliahan mahasiswa tetap berjalan secara daring (online), dan seluruh hasil kegiatan magang tersebut direkognisi untuk konversi Satuan Kredit Semester (SKS).
Guna menjaga kualitas, seleksi program magang internasional ini dilakukan secara ketat bagi mahasiswa aktif minimal semester 3 yang terdaftar resmi di PDDikti, dengan penempatan kerja yang disesuaikan dengan kompetensi bidang masing-masing (seperti akuntansi, teknik sipil, hingga teknologi informasi).
Kemajuan pesat yang diraih UBISA Tegal turut menarik perhatian dunia internasional. Representatif Aliansi Universitas dari Provinsi Jiangsu, Zhejiang, dan Guangdong, Yuan Haijiang, memberikan apresiasi tinggi terhadap pola pendidikan dan penyelenggaraan Dies Natalis Ubisa.
”Kami sangat tertarik dengan pola pendidikan yang diterapkan oleh UBISA Tegal. Kerja sama dengan Tiongkok Daratan dan Taiwan menjadi prioritas penting untuk membina SDM baru, sehingga kelak mereka dapat berkontribusi dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur industri dan tehnologi di Indonesia,” ungkap Yuan melalui penerjemahnya.
Dari sisi pertumbuhan institusi, jumlah akumulasi mahasiswa Ubisa kini telah mencapai sekitar 800 orang, meningkat pesat dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk menunjang kebutuhan mutu pendidikan berstandar internasional, pihak yayasan juga telah menyiapkan blueprint pembangunan fasilitas laboratorium terpadu yang direncanakan mulai bertahap pada tahun 2028.
Dengan pencapaian di bidang akademik, riset, pengabdian masyarakat, serta ekspansi jejaring global yang masif, Universitas Bima Sakapenta Tegal terus memantapkan posisinya sebagai kampus pencetak sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di kancah internasional.
Pada acara Dies Natalis ke-2 yang berkangsung di Aula Kampus UBISA dihadiri Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono. Pejabat dari Mabes Polri Irjen Pol Teguh Susilo Raharjo dan undangan lainnya. Pada kesempatan itu Yayasan Bima Sakapenta memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai telah berjasa memajukan UBISA Tegal.***













