Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Pendidikan

824 Santri Padati PORSADIN VIII Jateng di Kabupaten Tegal, Bidik Jadi Tuan Rumah Nasional 2028

×

824 Santri Padati PORSADIN VIII Jateng di Kabupaten Tegal, Bidik Jadi Tuan Rumah Nasional 2028

Sebarkan artikel ini
Ratusan santri dari berbagai kabupaten/kota se Jawa Tengah padati halaman Pemkab Tegal

BERITAMERDEKA.CO.ID – Kabupaten Tegal mendapat tantangan sekaligus peluang besar untuk menjadi pusat perhelatan olahraga dan seni santri tingkat nasional.

Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Lukman Hakim, secara terbuka berharap Kabupaten Tegal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) tingkat nasional pada 2028.

Harapan tersebut disampaikan dalam pembukaan PORSADIN VIII tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dibuka langsung oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, di Pendopo Amangkurat, Kabupaten Tegal, Jumat (9/10/2026) malam.

Lukman menilai Kabupaten Tegal memiliki potensi untuk menyelenggarakan ajang yang lebih besar. Ia juga mengapresiasi kekompakan FKDT Jawa Tengah yang dinilainya mampu menjaga semangat pembinaan santri meski menghadapi keterbatasan anggaran.

PORSADIN VIII tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun ini diikuti 824 santri dari 35 kabupaten/kota. Mereka terdiri atas 396 santri putra dan 428 santri putri yang tergabung dalam 27 tim untuk berkompetisi dalam 30 cabang lomba.

Mengusung tema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti”, ajang ini tidak sekadar menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah untuk menggali potensi, mengasah kemampuan, menanamkan sportivitas, serta mempererat silaturahmi antarsantri dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tegal sebagai tuan rumah PORSADIN tingkat provinsi tahun ini.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tegal berkomitmen mendukung kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.

“Pada prinsipnya, kalau untuk kemaslahatan dan kebaikan, kami Pemerintah Kabupaten Tegal siap untuk bersama-sama,” ujar Ischak.

Menurutnya, PORSADIN menjadi ruang strategis bagi santri untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi. Upaya tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, FKDT, dan masyarakat.

Ischak juga memaparkan perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan guru ngaji melalui program pemberian insentif. Pada 2026, sekitar 9.300 guru ngaji menerima insentif sebesar Rp2 juta per orang per tahun.

Jumlah penerima tersebut direncanakan meningkat menjadi 10.500 orang pada 2027. Seiring dengan rencana itu, anggaran yang dialokasikan diproyeksikan naik dari sekitar Rp18 miliar menjadi Rp21 miliar per tahun.

Meski demikian, Ischak mengakui kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Karena itu, ia mengajak semua pihak menjaga komitmen agar perhatian terhadap guru ngaji tetap berlanjut.

“Kita juga harus menyadari bahwa saat ini seluruh daerah mengalami efisiensi anggaran. Karena itu, dibutuhkan perjuangan dan komitmen bersama agar pemerintah dan para guru ngaji bisa terus bersinergi dalam memperhatikan kesejahteraan mereka,” tuturnya.

Ketua Umum DPP FKDT, Lukman Hakim, mengapresiasi semangat dan kekompakan jajaran FKDT Jawa Tengah dalam menyelenggarakan PORSADIN.

Menurutnya, ajang tersebut merupakan hasil pembinaan berjenjang yang dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga nasional. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam mencetak santri berprestasi sekaligus memperkuat kualitas pendidikan di Madrasah Diniyah Takmiliyah.

“Saya terenyuh kalau melihat kekompakan dari FKDT. Walaupun kondisi keuangannya terbatas, semangatnya luar biasa,” kata Lukman.

Ia menegaskan, PORSADIN juga menjadi bagian dari upaya menemukan dan mengembangkan bakat santri agar mereka memiliki kesempatan untuk berprestasi di berbagai bidang.

“PORSADIN merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk mencari dan mengembangkan talenta-talenta santri di kalangan Madrasah Diniyah Takmiliyah,” ujarnya.

Lukman pun berharap kontingen Jawa Tengah mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan meraih gelar juara umum dalam penyelenggaraan PORSADIN kali ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana PORSADIN VIII, Ahmad Sururi, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tegal serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menilai PORSADIN menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam pembinaan santri, sehingga mampu tumbuh sebagai generasi berakhlak mulia, berprestasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

“Madrasah diniyah sesungguhnya menjadi garda terdepan untuk membangun dan memperkuat pendidikan karakter atau budi pekerti,” ungkapnya.

Pembukaan PORSADIN VIII tingkat Provinsi Jawa Tengah tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tegal, unsur Forkopimda Kabupaten Tegal, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, pengurus FKDT Jawa Tengah, kepala daerah atau perwakilannya dari berbagai kabupaten/kota, ulama, pengasuh pondok pesantren, ustaz dan ustazah, serta para peserta.

Melalui penyelenggaraan PORSADIN VIII, Kabupaten Tegal tidak hanya menjadi tuan rumah kompetisi antarsantri tingkat provinsi, tetapi juga mendapat peluang untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai penyelenggara ajang pendidikan keagamaan berskala nasional pada 2028.***