Beritamerdeka.co.id – Sebanyak 238 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari Kecamatan Tarub, Kramat, dan Talang resmi diambil sumpah dan janjinya untuk masa keanggotaan 2026–2034.
Dalam acara pengukuhan tersebut, Bupati Tegal menekankan agar seluruh anggota BPD yang baru dilantik dapat membangun sinergi yang kokoh dengan Pemerintah Desa.
Bupati menegaskan bahwa keberadaan BPD bukan untuk menempatkan diri sebagai oposisi atau rival bagi Kepala Desa, melainkan sebagai mitra strategis dalam mengawal transparansi tata kelola pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, serta memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

”BPD bukan lawannya Kepala Desa, melainkan mitra kerja dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat. Jika ada perbedaan pandangan dalam proses pemilihan sebelumnya, mari kita sisihkan demi kemajuan desa,” ujar Bupati Tegal dalam sambutannya, Kamis, 8 Oktober 2026.
Bupati juga meminta BPD aktif menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, mulai dari perbaikan fasilitas infrastruktur jalan dan jembatan hingga sarana pendidikan.
Menanggapi keterbatasan anggaran desa, ia mendorong optimalisasi program kolaboratif lintas sektor, seperti Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) maupun program pembangunan infrastruktur dari kepolisian.

Di akhir arahan, BPD diminta turut mendorong inovasi desa melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Suasana pelantikan diwarnai interaksi hangat saat sesi dialog antara Bupati dan para peserta. Dua figur BPD yang menarik perhatian publik yakni Najwa (21), mahasiswa asal Desa Kemanggungan, Kecamatan Tarub, yang tercatat sebagai anggota BPD termuda.
Keterwakilan generasi muda ini berkomitmen mengawal sarana prasarana sekolah dasar di wilayahnya. Sementara itu, posisi anggota tertua diisi oleh seorang purnatugas guru berusia 69 tahun dari Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, yang kini memasuki periode ketiganya.
Aspirasi dari Lapangan
Semangat menjalankan fungsi representasi juga ditunjukkan oleh Ahmad Nurhidayat, anggota BPD Desa Karangmangu, Kecamatan Tarub.

Pria yang sebelumnya berprofesi wiraswaata ini menyatakan kesiapannya menjadi jembatan aspirasi bagi warga di wilayahnya, khususnya RW 04.
Dayat panggilan akrab Ahmad Nurhidayat mengungkapkan, dirinya telah menerima aduan langsung dari masyarakat terkait permasalahan saluran irigasi dan pengolahan limbah usaha lokal seperti pabrik tahu.
”Kebetulan saat ini sudah ada laporan masuk terkait irigasi dan saluran pembuangan limbah usaha warga. Karena fasilitasnya belum memadai, warga berinisiatif lapor ke saya, dan ini akan segera saya koordinasikan serta laporkan ke Kepala Desa,” ujar Ahmad seusai pelantikan.
Bupati Tegal : Upaya Membangun Hutap Untuk 444 Keluarga Terdampak , Terkendala Soal Lahan
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum awal bagi 238 anggota BPD di tiga kecamatan tersebut untuk memperkuat tata kelola desa yang akuntabel, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan warga. (*)














